Inspirasi Jumat, Prof. Rokhmin Dahuri: Berbuat Baik adalah Investasi Abadi, Jangan Tunggu Balasan Manusia
ASKARA- Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan kebaikan sebagai kebiasaan hidup, bukan sekadar pilihan. Pesan tersebut disampaikannya dalam tausiyah bertajuk Cahaya Fajar Tahajud, dikutip Jumat (15/5), yang rutin ia bagikan kepada publik.
Dalam renungannya, Guru Besar Ilmu Kelautan IPB University itu mengutip sabda Nabi Muhammad SAW: “Berbuatlah baiklah kita selagi masih bisa berbuat, jangan pikirkan apa balasannya dan berapa pahalanya. Karena setiap apa yang kita lakukan pasti ada imbalan yang akan kembali kepada kita.”
Menurut Prof. Rokhmin, hadits ini menjadi pengingat bahwa kebaikan sejati bersifat ikhlas, tanpa kalkulasi untung-rugi.
“Di tengah kondisi bangsa yang penuh tantangan, mulai dari gejolak ekonomi global hingga krisis moral, kita tidak boleh lelah menanam kebaikan. Kebaikan itu seperti mata air, semakin dibagikan semakin melimpah,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan era Presiden Abdurrahman Wahid dan Presiden Megawati tersebut.
Prof. Rokhmin juga menguatkan pesannya dengan mengutip Al-Qur’an Surah An-Najm ayat 38–40:
“Bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan kepadanya.”
Ia menekankan, ayat ini mengajarkan prinsip tanggung jawab individu. Setiap amal, sekecil apapun, tercatat dan akan kembali kepada pelakunya. “Tidak ada amal yang sia-sia. Senyum kepada tetangga, membantu UMKM, menjaga laut dari pencemaran, atau merumuskan kebijakan pro-rakyat di Senayan, semua bernilai di sisi Allah,” tegas Rektor Universitas UMMI Bogor ini.
Lebih lanjut, legislator dari Fraksi PDI Perjuangan itu mengingatkan firman Allah dalam QS. Ar-Rahman ayat 60: “Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula.” Menurutnya, ayat ini adalah hukum alam dan hukum sosial. “Kalau kita ingin negeri ini damai, maka tebarkan kebaikan. Kalau ingin rakyat sejahtera, maka kebijakan harus berlandaskan keberpihakan yang baik. Kebaikan akan melahirkan kebaikan berikutnya,” paparnya.
Prof. Rokhmin menutup tausiyah dengan mengutip QS. Al-Baqarah ayat 195: “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” Ia berdoa agar Allah SWT senantiasa memberi hidayah kepada bangsa Indonesia untuk konsisten menebar manfaat.
“Berbuat baik untuk diri sendiri, keluarga, dan orang lain adalah bentuk syukur kita sebagai hamba. Jangan tunggu kaya untuk sedekah, jangan tunggu jadi pejabat untuk peduli. Mulai dari yang kecil, mulai dari sekarang, mulai dari diri sendiri,” pungkasnya.
“Semoga bermanfaat dan menginspirasi diri gemar beramal serta berbuat baik, Aamiin Allahumma Aamiin,” tambah Prof. Rokhmin.

Komentar