Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:44
NEWS

Carlo Acutis, Generasi Milenial yang Terberkati

Carlo Acutis, Generasi Milenial yang Terberkati
Beatifikasi Calo Acutis (Istimewa)

ASKARA - Seorang anggota generasi milenial, Carlo Acutis (15) akan dibeatifikasi di Assisi, Italia pada Sabtu, pukul 20.40 WIB. Dengan mengenakan jeans dan berpakaian kasual kesukaannya.

Sebuah biografi singkat menceritakan kecintaannya pada Ekaristi dan pengetahuan internet telah meninggalkan hubungannya dengan Tuhan.

Dia baru berusia 15 tahun ketika dia meninggal di sebuah rumah sakit di Monza, Italia, pada tahun 2006 dengan mempersembahkan semua penderitaannya untuk Gereja dan Paus.

Carlo adalah anak laki-laki yang normal, tampan dan populer. Juga dikenal sebagai pelawak alami yang senang membuat teman sekelas dan gurunya tertawa.

Dia juga suka bermain sepak bola, video game, dan memiliki gigi manis. Carlo menyukai nutella dan es krim. Menambah berat badan membuatnya memahami perlunya pengendalian diri. Itu salah satu dari banyak perjuangan yang harus di atasi Carlo. 

Motto Carlo mencerminkan kehidupan seorang remaja normal yang berjuang untuk menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri, menjalani kehidupan biasa dengan cara yang luar biasa. 

Dia menggunakan tabungan pertamanya untuk membeli kantong tidur bagi seorang tunawisma yang sering dia temui dalam perjalanan ke Misa. Meski sebenarnya dia bisa membeli video game lain mengoleksi konsol game miliknya. 

Pemakamannya dipenuhi dengan banyak penduduk miskin kota yang telah dibantunya, menunjukkan kemurahan hati yang telah dia berikan kepada gelandangan dalam perjalanannya ke Misa.

Beatifikasi Carlo Acutis bisa disiarkan secara streaming di Hidup TV dari Basilika Fransiskus Assisi atau bisa melalui klik platform Youtube https://youtu.be/OQ9QuBtH9Ds

Adapun pengantar oleh Ignatius Kardinal Suharyo, Rm Anton Baur dan Rakadewa (Jakarta), Rm Tommy Octora (Vatikan), Rm. Pio Purba, OFM.Conv (Assisi).

"Kekudusan bukanlah hal yang jauh tetapi sangat dapat dijangkau setiap orang karena Tuhan adalah untuk semua orang!" bunyi kutipan Carlo Acutis semasa hidup. 

Dikutip dari situs Catholic News Agency pada Jumat (2/10/2020) jenazah pria yang meninggal sekitar 15 tahun lalu tampak masih terlihat baik serta tak membusuk sampai sekarang.

Jenazah Carlo yang tersimpan di Assisi dipamerkan kepada para peziarah sebelum upacara beatifikasi dilaksanakan.

Beatifikasi merupakan tahap pertama proses untuk menjadikan seseorang yang telah mati menjadi orang suci dalam Gereja Katolik.

Komentar