Potensi dan Perkembangan Digitalisasi Musik Indonesia di Tengah Pandemi
ASKARA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendorong digitalisasi musik di Indonesia dapat semakin terakselerasi untuk merespons imbas pandemi Covid-19.
Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Muhammad Neil El Hilman mengatakan, pandemi Covid-19 membuat pelaku ekonomi kreatif di bidang musik semakin melek terhadap dunia digital yang di dalamnya terdapat digitalisasi musik.
"Pandemi Covid-19 banyak mendatangkan imbas salah satunya dari sisi akselerasi transformasi digital bagi semua pelaku ekonomi kreatif. Semua dituntut dapat melek dunia digital, termasuk industri musik ini juga," kata Neil dalam keterangannya, Kamis (8/10).
Dalam era digitalisasi, para musisi pun memiliki potensi tetap berkembang dan produktif untuk mendapatkan penghasilan. Hal ini dapat membuat industri musik di Indonesia semakin berdaya saing di kancah industri musik dunia.
"Sekarang setidaknya ada 175 juta penduduk Indonesia yang bisa mengakses internet, artinya 175 juta pasar bagi ekonomi kreatif termasuk juga di bidang musik," ucapnya.
Terlebih masyarakat pun sudah mulai banyak yang melakukan streaming lewat gadget. "Artinya di situlah yang pertama kita harus pahami bahwa dunia digital ini ada pangsa pasarnya," tutur Neil.
Meski digitalisasi mempermudah para pelaku industri musik maupun para penikmatnya, bukan berarti digitalisasi tidak memiliki hambatan. Salah satu hambatan sering terjadi masalah jaringan.
Sebab di Indonesia belum semua daerah terakses jaringan internet hingga masalah legalitas karya yang masuk dalam dunia digital.
"Hambatannya salah satunya berkaitan dengan teknologinya itu sendiri, masalah jaringan. Akses terhadap teknologi itu sendiri kalau di Indonesia itu belum rata, yang ketiga masalah legalisasi," imbuhnya.
Praktisi Musik, Donny Hardono mengaku telah merasakan manfaat besar dari digitalisasi musik. Pasalnya, telah mengantarkannya membuat karya di tengah pandemi Covid-19, dengan menggelar konser virtual yang diberi nama 'Konser Tujuh Ruang'.
"Semula saya tidak begitu melek dengan digital, tapi situasi pandemi Covid-19 ini membuat saya banyak belajar memperdalami digitalisasi musik. Akhirnya bisa turut membantu perekonomi pelaku kreatif di bidang musik di masa yang sulit ini," ungkap Donny.
Pelaku industri musik tidak ada salahnya belajar dan mendalami dunia digital. Sebab, digitalisasi dapat memunculkan peluang yang dapat mendorong perekonomian Indonesia.
"Kita semua harus belajar mengenal digital ini. Jika kita pelajari dengan baik dengan memanfaatkan teknologi, musik Indonesia tidak kalah dengan musik mana pun. Bahkan bisa lebih hebat," cetus Donny.

Komentar