Senin, 08 Juni 2026 | 22:28
NEWS

Seluruh Indonesia Terdampak Peningkatan Curah Hujan Akibat La Nina

Seluruh Indonesia Terdampak Peningkatan Curah Hujan Akibat La Nina
Ilustrasi. (Jawapos)

ASKARA - Anomali iklim global di Samudera Pasifik Ekuator menunjukkan bahwa La Nina sedang berkembang hingga intensitas moderate akhir tahun 2020. 

Diperkirakan akan mulai meluruh pada Januari-Februari dan berakhir di sekitar Maret-April 2021. La Nina dapat menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi curah hujan bulanan di Indonesia hingga 40 persen di atas normal. 

Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Herizal mengatakan, dampak La Nina tidak seragam di seluruh Indonesia. 

"Pada bulan Oktober-November peningkatan curah hujan bulanan akibat La Nina dapat terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia kecuali Sumatera," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/10).

Selanjutnya, pada Desember hingga Februari 2021, peningkatan curah hujan akibat La Nina dapat terjadi di Kalimantan bagian timur, Sulawesi, Maluku-Maluku Utara dan Papua.

Bulan Oktober beberapa zona musim di wilayah Indonesia diperkirakan akan memasuki musim hujan, di antaranya pesisir timur Aceh, sebagian Riau, Jambi, Sumatera Selatan. Kemudian Pulau Bangka, Lampung, Banten, sebagian Jawa Barat, sebagian Jawa tengah, sebagian kecil Jawa Timur, sebagian Kalimantan Barat, sebagian Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan. 

Sebagian Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan Utara, sebagian kecil Sulawesi, Maluku Utara dan sebagian kecil Nusa Tenggara Barat. 

Peningkatan curah hujan seiring awal musim hujan disertai peningkatan akumulasi curah hujan akibat La Nina berpotensi memicu bencana hidrometeorologis seperti banjir dan tanah longsor.

"Para pemangku kepentingan diharapkan dapat lebih optimal melakukan pengelolaan tata air terintegrasi dari hulu hingga hilir. Misalnya dengan penyiapan kapasitas sungai dan kanal untuk antisipasi debit air yang berlebih. Selain itu, masyarakat dihimbau memperbaharui perkembangan informasi dari BMKG," papar Herizal. 

Komentar