Minggu, 07 Juni 2026 | 19:54
NEWS

Denny Siregar: Terawan Inilah Model Menteri Kesukaan Jokowi

Denny Siregar: Terawan Inilah Model Menteri Kesukaan Jokowi
Denny Siregar. (Tangkapan layar Youtube Cokrotv)

ASKARA - Sosok Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto tidak seperti pejabat lainnya karena dia tidak menjadi media darling.

Lebih memilih sedikit bicara banyak bekerja meski banyak pihak yang menghujatnya.

Pegiat media sosial Denny Siregar menyatakan bahwa Dokter Terawan merupakan tipe menteri yang disukai Presiden Joko Widodo, lantaran purnawirawan TNI dengan pangkat mayjen itu fokus dalam menjalankan tugasnya. 

"Sebenarnya kalau saya perhatikan tipikal presiden seperti Jokowi, model Dokter Terawan inilah model kesukaannya, sebagai menteri tidak bicara, lebih banyak bekerja dan tidak sibuk cari panggung di media," jelasnya di channel Youtube Coktro TV yang diunggah Kamis (1/10).

Denny Siregar menilai, Dokter Terawan berbeda dengan menteri-menteri yang dipecat oleh Presiden Jokowi pada periode pertama. Perbedaan itu terlihat karena Dokter Terawan tidak berusaha mencari panggung di media. 

"Ya model yang sama seperti menterinya yang lain seperti Pak Basuki Menteri PUPR, Bu Sri Mulyani dan Luhut Binsar Panjaitan," nilainya. 

Denny Siregar juga membeberkan strategi Dokter Terawan menghadapi pandemi Covid-19 di Indonesia. Sejak kemunculan bencana global ini, langkah dan kebijakan yang dilakukan Dokter Terawan tidak membuat panik masyarakat. 

Banyak yang menyerukan Indonesia harus menerapkan lockdown seperti negara-negara lain yang terdampak Covid-19. Namun Indonesia memilih kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar. 

"Terawan menyarankan Presiden Jokowi supaya Indonesia tidak lockdown. Kalau kita lockdown akan muncul ketakutan luar biasa dan ketakutan itu menurunkan daya tahan tubuh," jelas Denny Siregar. 

Dia pun mengingat pesan Dokter Terawan bahwa jika imunitas tubuh lemah maka virus malah semakin menyebar luas. Karenanya pemerintah menilai lockdown berbahaya, bukan saja buat ekonomi negara melainkan juga kesehatan masyarakat. Maka rumah sakit akan dibanjiri pasien Covid-19 sementara fasilitas belum siap dan obat Covid-19 belum ditemukan. 

"Kepanikan akan menyebar dan situasi bisa jadi chaos karena tekanan politik dari mana-mana, dan akhirnya keputusan Indonesia tidak lockdown," kata Denny Siregar menggambarkan situasi jika dilakukan lockdown.  

Cara Dokter Terawan membangun ketenangan pada masyarakat mirip dengan caranya menghibur para pasien supaya jangan takut dan panik. 

"Gak apa-apa toh nduk, gak bahaya kok. Tenang aja," Denny Siregar menirukan Dokter Terawan.

Namun cara menenangkan seperti itu ternyata diplintir sejumlah pihak dan diasumsikan para pendukung lockdown dengan persepsi bahwa Dokter Terawan meremehkan virus corona. 

"Komunikasi yang biasanya dipakai oleh Dokter Terawan ke pasien-pasiennya ternyata tidak cocok dengan iklim keseluruhan di Indonesia. Padahal maksudnya benar," kata Denny Siregar. 

Komentar