Selasa, 27 Oktober 2020 | 15:29
TRAVELLING

Aturan Pendakian Gunung Semeru Hanya 2 Hari Dikeluhkan, Pendaki: Nggak Cukup

Aturan Pendakian Gunung Semeru Hanya 2 Hari Dikeluhkan, Pendaki: Nggak Cukup
Pendaki Gunung Semeru (Dok Pendakiindonesia.com)

ASKARA - Jalur pendakian Gunung Semeru rencananya akan dibuka kembali pada Kamis (1/10/) mendatang. setelah satu tahun tutup pasca-kebakaran hutan dan pandemi mulai melanda Tanah Air.

Meski akan kembali dibuka, ada sejumlah peraturan yang terbaru dan harus dipahami para pendaki. Salah satunya ialah pendakian hanya diperkenankan untuk 2 hari 1 malam. 

Sebagian pendaki kurang setuju dengan aturan tersebut. Lantaran waktu pendakian itu dianggap cukup singkat, maka pendaki tidak bisa menikmati sejumlah spot menarik di Gunung Semeru. 

Seperti halnya pendaki asal Jakarta, Randy Ansyah (29) yang menyebut peraturan itu akan menyulitkan bagi pendaki pemula. Belum lagi kondisi fisik para pendaki yang harus beradaptasi dengan cuaca sekitar.

"Kurang pas banget kalau 2 hari 1 malam itu, apalagi buat pemula seakan dikejar waktu, karena selama pendakian tidak ada yang tahu kondisi fisik di perjalanan," kata Randy kepada Askara melalui sambungan telepon, Rabu (23/9).

Terlebih dengan waktu yang sudah ditentukan itu akan sulit bagi para pendaki bisa sampai di puncak. Sehingga terkesan kurang menikmati perjalanan mendaki untuk menikmati keindahan alam.

"Juga seperti kurang menikmati saja, niatnya menikmati alam, refresh malah kayak seakan ambisi nanti buat gapai puncak," keluhnya. 

Kendati demikian, dia tidak terlalu merasa kecewa dengan peraturan tersebut. Lantaran belum ada rencana untuk mendaki Gunung Semeru selama masa pandemi belum mereda. 

"Sebenarnya kecewa tapi berhubung tidak berangkat dalam waktu deket ini dan mungkin karena faktor Covid-19 ini. Kalau situasi sudah normal mungkin dibebasin waktunya," ucap Randy. 

Pendaki lainnya, Habib Affandi (29) mengatakan, peraturan waktu 2 hari 1 malam itu tidak akan cukup bagi para pendaki yang datang dari luar kota. Karena perjalanan yang ditempuh memakan waktu beberapa hari. 

"Pergi Jumat balik Minggu. 2 hari enggak terkejar sampai Ranukumbolo. Dibilang kecewa mau dikata apa. Kan banyak pendaki yang suka stay, males naik turun gunung buru-buru," kata Habib, pendaki asal Jakarta. 

Sementara, pendaki perempuan Astri Listyani menyatakan bahwa umumnya para pendaki membutuhkan waktu 3 hari 2 malam. Pasalnya sebelum sampai summit harus camp untuk beristirahat dua kali. 

"Kurang setuju dengan peraturannya. Gua 3 hari 2 malam soalnya ngecamp 2 kali di Ranukumbolo dan Kalimati," imbuh Astri. 

Maka terkesan memaksakan pendaki jika hanya punya waktu 2 hari 1 malam. Terlebih kondisi cuaca yang tak bisa diprediksi. "Bisa aja sih sekali doang ngecampnya, tapi gua engga kuat kalau tembusin sampai Kalimati," ujarnya. 

Peraturan tersebut dilakukan selama tahap awal reaktivasi pendakian Gunung Semeru. Selain itu, para pendaki harus melakukan pembelian tiket masuk melalui booking online di situs bookingsemeru.bromotenggersemeru.org

Komentar