Promosi Budaya Indonesia, KBRI Moskow Gelar Wayang Kulit
ASKARA - KBRI Moskow menggelar pertunjukan wayang kulit di Taman KBRI pada Senin malam (21/9).
Warga Rusia, para sahabat dan pencinta Indonesia yang hadir memenuhi undangan dengan antusias mengikuti pertunjukan hingga selesai.
Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) yang juga Wakil Duta Besar RI untuk Rusia merangkap Belarus Azis Nurwahyudi dalam sambutannya menyampaikan bahwa Indonesia memiliki keanekargamanan budaya. Salah satunya adalah wayang kulit.
Azis Nurwahyudi menyampaikan, latar belakang dan tujuan pertunjukan wayang kulit di Indonesia yang tidak hanya sebagai hiburan. Pertunjukan juga merupakan media untuk menyampaikan nilai-nilai simbolis, konotatif, dan estetis tentang kehidupan masyarakat atau suatu hal, serta untuk melestarikan budaya tradisional itu sendiri.
"Kami ingin memperkenalkan budaya Indonesia ini kepada teman-teman semuanya di Rusia dan sebagai bagian dari peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rusia," katanya.
Penonton disuguhi lakon Timun Mas dengan dalang Tri Koyo yang merupakan staf KBRI Moskow dan lulusan ISI Yogyakarta. Pertunjukan wayang kulit diiringi sanggar seni Gamelan Dadali binaan KBRI Moskow. Para pemain gamelan dan sinden adalah warga Rusia yang sudah piawai dalam memainkan gamelan. Sebelumnya, Gamelan Dadali pernah mengiringi pertunjukan wayang kulit dengan dalang kondang Ki Anom Suroto di St. Petersburg dan Moskow pada tahun 2018.
Para pengunjung menyampaikan kesannya menyaksikan pertunjukan wayang kulit. Evgeniya Renkovskaya mengatakan bahwa ini merupakan pengalamannya yang kedua menyaksikan wayang kulit.
"Pertunjukan ini sangat mengagumkan. Saya sangat tertarik dengan kreativitas dalang dalam mengemas cerita rakyat dengan gaya modern. Keselarasan alunan musik gamelan yang mengiringi dalang dalam memainkan alur cerita sangat bagus," uangkap Evgeniya Renkovskaya yang berprofesi sebagai researcher dan linguist.
Aleksey Dyukov sengaja menyempatkan diri untuk datang melihat pertunjukan wayang kulit sebelum berangkat pergi ke kota lain di Rusia.
"Saya tertarik untuk melihat budaya Indonesia, dan ini pertama kalinya saya melihat pertunjukan wayang secara langsung. Cerita yang dimainkan sangat ringan dan lucu. Saya dan istri banyak tertawa dan terpukau oleh permainan dalang," katanya.
Galina Vorobyova selaku kepala Studio Painting and Graphics yang juga Kepala Teater Bayangan KOT (Oriental Chamber Theatre) di Moskow juga menyampaikan kesan positif menyaksikan wayang kulit dan mengusulkan penyelenggaraan kegiatan bersama.
Sementara itu, Ekaterina Kamilova, salah seorang penabuh gamelan dari sanggar Gamelan Dadali mengatakan, sudah tiga tahun menekuni gamelan di KBRI Moskow. Menurut Indonesianis yang pernah mengikuti program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) tahun 2017 itu, pertunjukan wayang kali ini sangat menyenangkan karena dapat melihat kepuasan penonton yang hadir seperti terbawa suasana. Penonton dapat tersenyum, tertawa atau serius menyimak cerita dan iringan musik gamelan hingga akhir pertunjukan.
Sebelum menyaksikan pertunjukan, para penonton mengikuti workshop wayang kulit yang disampaikan oleh Tri Koyo. Dalam dialog interaktif terdapat di antara penonton yang bertanya mengenai wayang kulit, bahkan ada yang maju ke depan untuk melihat dan memegang langsung wayang kulit.
Para penonton merasakan juga tradisi masyarakat Indonesia saat menonton wayang kulit. Mereka menikmati hidangan jagung dan ubi rebus yang disuguhkan KBRI Moskow. Wedang jahe turut menghangatkan tubuh di tengah suhu malam hari di Moskow yang agak dingin di musim gugur.
Minister Counsellor Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Moskow Adiguna Wijaya mengemukakan, pertunjukan wayang kulit sebagai bagian dari promosi budaya Indonesia kepada masyarakat Rusia. Mengingat situasi pandemi Covid-19, peserta yang diundang terbatas. Kegiatan ini juga memperhatikan protokol kesehatan seperti pemeriksaan suhu tubuh, penyediaan masker dan hand sanitizer, serta menjaga jarak tempat duduk.
Promosi budaya Indonesia di Rusia gencar dilakukan KBRI Moskow. Sebelumnya, pada 19 September, Gamelan Dadali tampil pada pembukaan pameran desain dan sketsa karya desainer muda Rusia di Pop Up Museum. Pertunjukan tersebut juga mendapat sambutan hangat dan meriah dari pengunjung yang hadir. Mereka terkesan dengan alat musik dan bunyinya seperti sebuah orkestra yang artistik dan eksotik.
Promosi budaya terus diselenggarakan oleh KBRI Moskow untuk mendukung upaya meningkatkan jumlah wisatawan Rusia ke Indonesia yang semakin meningkat

Komentar