Rabu, 17 Juni 2026 | 18:26
NEWS

Penguatan Pariwisata di ASEAN, Indonesia Usulkan 5 Kerja Sama

Penguatan Pariwisata di ASEAN, Indonesia Usulkan 5 Kerja Sama
Ilustrasi. (Shutterstock)

ASKARA - Indonesia mengusulkan lima kerja sama tingkat regional dalam penanggulangan Covid-19 pada sektor pariwisata melalui ajang The 52nd ASEAN National Tourism Organisations (NTOs) Meeting and Related Meetings pada 15, 21, dan 28 September 2020.

Direktur Hubungan Antar Lembaga Kemenparekraf K. Candra Negara mengatakan, rangkaian pertemuan ini merupakan komitmen negara anggota ASEAN untuk terus mempererat kerja sama kawasan, khususnya dalam penanggulangan dampak Covid-19. 

"Ada lima poin yang kami usulkan dalam penanggulangan dampak Covid-19. Pertama, Indonesia mengusulkan penghapusan ASEAN Single Aviation Market (ASAM) atau pasar tunggal penerbangan," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (18/9). 

ASAM merupakan open sky agreement bertujuan meningkatkan konektivitas domestik dan kawasan ASEAN melalui integrasi jaringan produksi dan liberalisasi pelayanan. Nantinya, maskapai dari sejumlah negara dapat terbang secara bebas di dalam wilayah ASEAN. 

Poin kedua, mengenai Kamboja meminta agar keketuaan mereka dapat diperpanjang hingga tahun 2022. Hal ini akan memengaruhi posisi Indonesia dalam keketuaan ASEAN di 2022. Oleh karena itu, Indonesia akan menyampaikan beberapa win win solution kepada Kamboja agar keketuaan ASEAN 2022 tetap menjadi milik Indonesia.

"Ketiga, mengusulkan pengaturan antara negara-negara ASEAN yang dirancang memfasilitasi pergerakan bebas dan pekerja yang berkualitas dan bersertifikat antara negara anggota ASEAN segera dijalankan," jelas Candra Negara.

Keempat, tentang pembahasan HCA (Host Country Agreement) pada Regional Secretariat for the Implementation of MRA-TP. Ini merupakan komponen penting untuk menetapkan dasar hukum dan standar pendapatan bagi berdirinya sekretariat regional.

Kelima, Indonesia mendukung adanya inisiatif Development of ASEAN Framework to Facilitate the Tourist Travel Bubble Schemes. 

"Maka itu, Indonesia terus berupaya menekan laju pertumbuhan Covid-19 sehingga dapat memunculkan rasa percaya dari negara lain ketika membahas kemungkinan kerja sama travel bubble di masa depan," demikian Candra Negara. 

Komentar