Kamis, 18 Juni 2026 | 05:18
NEWS

Yang Mau Terawan Mundur Adalah yang Terganggu Kekuasaan dan Periuk Nasinya

Yang Mau Terawan Mundur Adalah yang Terganggu Kekuasaan dan Periuk Nasinya
Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto (Askara/Dok)

ASKARA - Politisi PDI Perjuangan, Ruhut Sitompul menyebut, pihak yang menginginkan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto mundur merupakan kalangan yang terganggu "periuk nasinya".

"Yang terganggu kekuasaannya dan periuk nasinya di Kemenkes maunya Letjend Purn TNI AD dokter Terawan Agus Putranto out dengan dalih penyebaran virus corona di lingkungannya," kata Ruhut Sitompul melalui akun Twitter @ruhutsitompul, ditulis Jumat (18/9).  

Ruhut lantas menyinggung Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang disebutnya tak diminta mundur oleh para pendukungnya. 

"Gimana di DKI kok nggak minta gabenar out, ngeri kali penyebarannya hahaha. Dasar kadrun," sambung Ruhut. 

Selain itu, diunggahan selanjutnya Ruhut menyebut sosok Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. 

Menurutnya, Luhut telah mendapat kepercayaan dari Presiden Joko Widodo dan telah mengerjakannya dengan profesional. Dia mengibaratkan Luhut seperti padi semakin berisi semakin merunduk.

"Pak Luhut Binsar Pandjaitan Jenderal Purn TNI AD Kopasussus Menko Maritim dan Investasi ibarat padi semakin berisi semakin merunduk semua kepercayaan yang diberikan Presiden RI ketujuh Bapak Joko Widodo dikerjakan secara profesional. Maju terus, Tuhan memberkati doa dari kami," kata Ruhut.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Kepala Badan Nasional Pengendalian Bencana Doni Monardo fokus menurunkan kasus Covid-19 di sembilan provinsi dalam waktu dua pekan. Mereka diminta berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan.

Kesembilan provinsi yang memiliki sumbangan terbesar terhadap jumlah total nasional kasus Covid-19 yaitu Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Bali, Sumatera Utara, dan Papua. 

Komentar