Gagal Bawa PSG Juara Liga Champions, Neymar Sempat Tak Mau Terima Medali Runner-up
ASKARA - Paris Saint Germain (PSG) harus menyerah dalam perebutan gelar Liga Champions, setelah dikalahkan Bayern Munchen dengan skor tipis 1-0. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Da Luz, Lisabon, Senin (24/8) dini hari.
Pemain sayap Bayern Munchen, Kingsley Coman menjadi pembeda hasil akhir partai final Liga Champions di Kota Lisbon, Portugal tersebut berkat sundulannya pada menit ke-59.
Hasil pertandingan tersebut seakan menjadi pukulan menyedihkan bagi bintang PSG, Neymar yang tidak kuat membendung air matanya ketika harus menerima kekalahan itu. Dia tertunduk meratapi kegagalannya timnya.
Setelah peluit tanda berakhirnya pertandingan, Neymar terlihat dipeluk David Alaba sambil menangis dan berusaha menenangkannya. Bahkan tidak bisa dihibur oleh rekan-rekan setimnya.
Pemain asal Brasil itu tampil apik dan mendapat peluang dalam pertandingan tersebut. Salah satunya peluang di babak pertama yang diselamatkan dengan baik oleh kiper Bayern Munchen, Manuel Neuer.
Neymar gagal mengulangi pencapaiannya meraih Liga Champions, padahal tekadnya sangat kuat membawa Le Parisien julukan Paris Saint Germain meraih tropi Si Kuping Besar sejak kepindahannya dari Barcelona.
Ketika para pemain PSG mulai bersiap untuk bangkit menerima medali runner-up, Neymar masih duduk di ruang istirahat dan harus dibujuk agar mau ke lapangan untuk bergabung dengan rekan satu timnya.
Penyerang andalan The Three Lions di era 80-an, Gary Lineker dan mantan pemain sepak bola profesional Inggris yang bermain sebagai bek tengah Rio Ferdinand menyaksikan kekecewaan Neymar.
"Sepertinya mereka mencoba membujuk Neymar untuk naik dan mengumpulkan medali runner-up," kata Lineker di studio BT Sport, Senin (24/8). Semula mereka mengkritik pemain berusia 28 tahun tersebut.

Komentar