Minggu, 07 Juni 2026 | 05:28
TRAVELLING

Mendukung Pemulihan Pariwisata Banyuwangi Melalui Banyuwangi Rebound

Mendukung Pemulihan Pariwisata Banyuwangi Melalui Banyuwangi Rebound
Pantai Merah Banyuwangi (Agolf.xyz)

ASKARA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendukung upaya pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, melalui kegiatan Banyuwangi Rebound. 

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menargetkan pembukaan seluruh destinasi pada September 2020 seiring program recovery sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang dijalankan. 

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, M. Yanuar Bramuda mengatakan, pandemi Covid-19 mengubah strategi pengembangan pariwisata Banyuwangi. 

Saat ini pemerintah daerah memberlakukan dengan ketat protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability) serta jaga jarak. 

Selain itu, pembatasan pengunjung serta sertifikasi bagi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif, yang telah memenuhi unsur-unsur tersebut di masa adaptasi kebiasaan baru. 

"September sudah ada target pembukaan semua destinasi dan pembukaan penerbangan Bali-Banyuwangi dengan pesawat ATR Citilink 72 seat yang diisi 50 persen dari kapasitas penerbangan," kata Bramuda dalam keteranganya, Minggu (16/8).

Dikatakannya, pandemi Covid-19 memberikan dampak besar terhadap sektor parekraf di Banyuwangi. Terjadi penurunan konsumen sekitar 73,8 persen, penurunan omzet sebesar 74,1 persen dan mengakibatkan usaha tutup sebesar 17,3 persen. 

Pemkab Banyuwangi seiring dengan penanganan kesehatan, saat ini juga fokus mempersiapkan sektor parekraf di era adaptasi kebiasaan baru dengan baik. 

Pariwisata ke lokasi tidak sekadar menyajikan leisure tapi juga konsep wisata yang aman, sehat, bersih seperti protokol kesehatan berbasis CHSE dari Kemenparekraf. 

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Santosa Sungkari mengatakan, dalam penyesuaian kegiatan wisata di masa adaptasi kebiasaan baru perlu kedisiplinan dan ketegasan. 

Saat ini pemerintah fokus menggarap segmen wisatawan domestik hingga akhir tahun dan membuka destinasi wisata bagi wisatawan mancanegara pascapandemi Covid-19. 

"Kita harus berfikir positif bahwa vaksin COVID-19 segera ditemukan. Saya berharap Kemenparekraf sebagai best practice dalam membantu membuka destinasi pariwisata dalam era adaptasi kebiasaan baru," tandas Hari Santosa.

Komentar