Omzet Pedagang Bendera Merah Putih Turun Hingga 50 Persen
ASKARA - Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-75 tidak sampai dua pekan lagi dirayakan. Semarak kemerdekaan mulai terasa. Berbagai pernak pernik Merah Putih mulai terlihat di lingkungan masyarakat.
Momen tersebut biasanya dimanfaatkan pedagang bendera, pernak pernik Merah Putih untuk mencari keuntungan lebih dari biasanya.
Namun, rupanya hal itu tak seindah harapan. Penjualan bendera serta pernak-pernik kemerdekaan turun drastis dibandingkan tahun sebelumnya imbas dari pandemi Covid-19.
Pedagang sekaligus pembuat bendera merah putih, Yuni mengatakan, penurunan penjualan efek pandemi Covid-19. Dirinya memperkirakan penurunan berkisar 50 sampai 75 persen.
"Tahun ini lesu tidak seperti tahun lalu," katanya, Kamis (6/8).
Tempat dirinya berjualan di lantai 1 Pasar Senen Jaya, sudah mengerjakan produksi bendera merah putih dari bulan Mei lalu. Tetapi, hanya bersifat kecil-kecilan belum orderan skala besar.
"Untuk tahun lalu omzet kami bisa mencapai sekitar Rp 1 miliar dengan tinggi orderan bendera merah putih," jelasnya.
Untuk harga bendera yang dijual mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 75 ribu dengan jenis, bendera, rempel dan umbul-umbul.
"Kami buka dari pukul Rp 08.00 WIB hingga 18.00 WIB," jelasnya. (genpi)

Komentar