Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16
NEWS

Apa Saja Upaya DKI Tangani Penambahan Kasus Covid-19

Apa Saja Upaya DKI Tangani Penambahan Kasus Covid-19
Ilustrasi. (Dok. Merdeka)

ASKARA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya menangani penambahan kasus Covid-19. 

Kepala Dinas Kesehatan Widyastuti mengatakan, pihaknya menerapkan strategi seperti di tingkat pusat. Ada testing, lacak, dan isolasi. 

Testing dilakukan secara masif melalui dua strategi yakni melakukan tracing kontak dan melalui aktif case finding. Saat ini, DKI telah memiliki 54 laboratorium jejaring yang bisa mendeteksi. 

Selain itu, bersama dengan rumah sakit, laboratorium BUMN maupun swasta berkolaborasi dalam memenuhi upaya mendeteksi mata rantai penularan Covid-19. 

"Warga DKI Jakarta sudah mandiri melakukan testing melalui laboratorium dan rumah sakit swasta. Jumlah orang yang diperiksa sudah lebih dari 418 ribu dengan kapasitas 10 ribu lebih dalam sehari," jelasnya di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (5/8).

Widyastuti menjelaskan, dalam melakukan tracing, pihaknya terbantu oleh keterampilan tenaga-tenaga di puskesmas yang sudah lebih dulu memiliki pengalaman pada saat era flu burung dan difteri.

"Begitu ada laporan informasi kasus positif dari rumah sakit ke dinas kesehatan, kami secara sistem menyampaikan ke teman-teman kami di puskesmas, sehingga mereka tahu siapa dan di mana warga yang perlu di-tracing," ujarnya.

Adapun, tantangan yang dihadapi yaitu adalah masih adanya persepsi masyarakat bahwa Covid-19 bukanlah ancaman. 

"Pelanggaran mengenai pemakaian masker sudah luar biasa. Yang pertama dengan denda uang, selain itu ada denda sanksi sosial dengan membersihkan lingkungan sekitar sambil memakai rompi bertuliskan pelanggar PSBB," jelas Widyastuti.

Dinkes DKI mengajak setiap orang menjadi agen perubahan terhadap lingkungan sekitarnya.

"Pastikan bahwa jangan sampai tertular dan jangan sampai jadi sumber penularan bagi orang lain maupun orang-orang tersayang di sekitar," Widyastuti berpesan.

Komentar