Rabu, 22 Juli 2026 | 02:37
NEWS

Pemerintah RI Pantau Situasi di Lebanon, Kemenlu Sampaikan Ucapan Duka Cita

Pemerintah RI Pantau Situasi di Lebanon, Kemenlu Sampaikan Ucapan Duka Cita
Ledakan di Beirut Lebanon (Twitter)

ASKARA - Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita dan simpati mendalam kepada keluarga, pemerintah dan rakyat Lebanon atas peristiwa ledakan di pelabuhan Beirut yang menyebabkan korban jiwa dan luka-luka.

"Rakyat Indonesia senantiasa bersama rakyat Lebanon dalam menghadapi situasi sulit dan kesedihan ini," kata Kementerian Luar Negeri RI, dalam keterangan resminya, Rabu (5/8).

Pemerintah Indonesia akan terus memantau perkembangan situasi di Lebanon setelah ledakan besar di pesisir ibukota Lebanon tersebut. Hal itu untuk memastikan keselamatan warga Indonesia. 

"Menlu RI terus melakukan komunikasi dengan Dubes RI di Beirut, terutama guna peroleh informasi perkembangan situasi dan memastikan keselamatan serta keamanan WNI," terangnya. 

Sejauh ini, akibat peristiwa itu satu warga Indonesia berisnial NNE mengalami luka ringan dan telah mendapat perawatan serta kembali ke rumah.

Dalam catatan KBRI, terdapat 1.447 WNI yang tinggal menetap di Lebanon. 1.234 orang di antaranya merupakan Kontingen Garuda yang tergabung dalam Misi Perdamaian PBB UNIFIL, sedang 213 lainnya merupakan WNI sipil.

"Kontingen Garuda yang tergabung dalam UNIFIL FC membantu penanganan pasca ledakan termasuk evakuasi korban," tuturnya. 

Adapun hotline yang dapat dihubungi yaitu KBRI Beirut (+961 70 817 310), hotline pelindungan WNI Kemlu RI (+62 812-9007-0027).

Ledakan besar mengguncang Beirut, Lebanon mengakibatkan banyak orang terluka dan meregang nyawa. Serta merusak gedung yang berada di sekitarnya. Kejadian itu terjadi pada, Selasa (4/8) waktu setempat. 

Kepulan asap besar membumbung tinggi ke udara disertai dengan munculnya gelombang api sangat besar. Sejumlah gedung berguncang bahkan jendela-jendela bangunan di kota itu hancur.

Komentar