Senin, 08 Juni 2026 | 15:31
NEWS

Duh, Ribuan Orang Tertipu Arisan Kurban

Duh, Ribuan Orang Tertipu Arisan Kurban
Ilustrasi. (Detik)

ASKARA - Ribuan orang menjadi korban penipuan berkedok paket murah. 

Penipuan tersebut diketahui setelah sejumlah korban menggeruduk kediaman terduga pelaku di Kampung Limbangan RT 03 RW 04, Desa Limbangan Sari, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur pada Jumat (31/7). 
Para korban datang ke rumah terduga pelaku berinisial AN untuk meminta sejumlah barang yang telah dijanjikan setelah sekian waktu mengikuti arisan atau paket murah ke salah satu perusahaan yang dipimpin AN.

Arisan yang dijanjikan seperti hewan kurban, elektronik, dan kendaraan. Salah seorang korban asal Sukabumi Setiawan (35) mengaku, penanggung jawab pengelola arisan tersebut membentuk 80 ketua. Satu ketua bisa memegang sampai puluhan reseller. Kemudian dari satu reseller bisa menghimpun anggota hingga ratusan orang.

"Saya ikut arisan kambing delapan dan arisan televisi, termasuk arisan hand phone serta arisan dispenser," katanya.

Dirinya mengaku cukup tergiur mengikuti paket arisan tersebut sebab diiming-imingi pembayaran sebesar Rp 15 ribu per bulan hingga bisa dapat satu ekor domba dalam setahun. Termasuk membayar Rp 500 ribu per bulan hingga dapat motor N Max dalam setahun. 

"Saya yakin nominalnya kalau dihimpun semua ini akan menjadi angka yang fantastis. Karena selain menyasar warga biasa, banyak juga pekerja pabrik yang ikut. Itu kebayang berapa jumlahnya," jelas Setiawan..

Kabbag Ops Polres Cianjur Kompol Warsito mengatakan, secara hukum belum ada pelaporan. Tentunya siapa yang ditipu harus jelas. Dia menyarankan agen atau reseller melapor ke kepolisian. 

"Jadi intinya kami juga belum tahu persis seperti apa kronologis kejadian dan yang dilakukan oleh terduga pelaku. Kebanyakan info dari para korban atau warga yang ada di lokasi itu semacam paket kurban dan barang lain," katanya. 

Pihaknya tetap berharap kepada para korban yang diduga tertipu supaya melapor. Agar kepolisian segera menindaklanjuti kejadian ini. (jpnn)

Komentar