Rabu, 10 Juni 2026 | 10:10
NEWS

Waduh, Perkantoran di Jakarta Mulai Terpapar Covid-19

Waduh, Perkantoran di Jakarta Mulai Terpapar Covid-19
Ilustrasi. (AFP)

ASKARA - Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebut berbagai perkantoran baik swasta ataupun milik pemerintah di ibu kota telah melaporkan adanya kasus paparan virus corona (Covid-19).

Namun demikian, Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti belum bisa merinci perkantoran mana saja yang terdapat kasus positif Covid-19 dan berpotensi menjadi klaster baru penyebaran virus.

"Saya tidak hafal, tapi dari tingkat perkantoran (pemerintah) pusat, internal DKI, BUMN, kementerian, lembaga, kantor swasta dan OPD di DKI mereka sudah melaporkan," katanya, Jumat (24/7).

Dari berbagai klaster kasus positif di perkantoran tersebut, harus diterapkan perlakuan dengan menutup gedung yang ditemukan kasus Covid-19 untuk dilakukan disinfeksi.

"Yang pasti bakal dilakukan disinfeksi, itu jadi kegiatan rutin seharusnya. Harus di titik yang sering dipegang seperti toilet," ujar Widyastuti.

Dinkes DKI juga meminta perkantoran menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat dan menjalankan protokol kesehatan sesuai Pergub 51 Tahun 2020 dan selalu berkoordinasi dengan dinkes jika dalam satu instansi hingga komunitas ditemukan kasus positif untuk langsung diinvestigasi.

"Dari berbagai perkantoran yang sudah kami cek di lapangan. Protokol kesehatan sudah dilakukan dengan baik," ujar Widyastuti.

Namun demikian, penularan kembali ke individu masing-masing karena penularan bukan semata dari yang di dalam gedung tapi juga dari permukiman atau lingkungan selama perjalanan dari dan ke rumah.

"Jadi protokol yang melekat pada satu individu dan pada saat mereka berperilaku sosial di luar kantor itu juga termasuk. Contoh di luar kantor jam istirahat makan dan pada saat makan lupa, kan pasti buka masker dan berhadap-hadapan, itu berisiko," papar Widyastuti.

Kemudian, klaster perkantoran sebagai individu telah terjadi di komunitas atau lingkungan mereka. Pada saat kembali ke lingkungan mereka tidak terjaga maka itu berisiko.

"Klaster perkantoran itu sumber penularannya dari berbagai pihak, bisa dari internal di dalam gedung atau kegiatan sosial di saat istirahat atau pulang kantor hingga di perjalanan atau aktivitas lainnya," kata Widyastuti. (antara) 

Komentar