Wisata Alam yang Dekat Jadi Pilihan Wisatawan Saat Adaptasi Kebiasaan Baru
ASKARA - Sebagian besar masyarakat sudah tidak sabar untuk berlibur saat memasuki masa adaptasi kebiasaan baru. Lokasi wisata alam akan menjadi pilihan utama. Seperti pegunungan maupun puncak.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, tempat wisata yang menyuguhkan keindahan alam menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Mereka memilih lokasi yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah.
"Wisatawan domestik akan berkunjung ke kota penyangga yang memiliki alam yang indah dan bersih. Orang Jakarta ke puncak, ke Sentul. Orang Surabaya ke Banyuwangi dan Bromo," kata Luhut dalam keterangannya, yang diterima redaksi, Kamis (23/7).
Pemerintah, kata Luhut, terus berupaya menargetkan kunjungan wisatawan domestik meningkat hingga 70 persen dari potensinya. Hal itu berkaca pada
tahun lalu yang tercatat sebanyak 300.000 perjalanan dilakukan oleh wisatawan domestik di Indonesia.
Lebih lanjut, Luhut menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar industri pariwisata fokus pada wisatawan berkualitas. Dengan demikian jumlah turis yang datang ke Indonesia jauh lebih besar.
"(Pesan Presiden) Agar pariwisata Indonesia berfokus pada capaian kualitas, lama tinggalnya (wisatawan), dan pengeluaran wisatawan, serta upaya merawat lingkungan hidup," tandasnya.
Sebelumnya, pemerintah berencana meningkatkan perjalanan dinas kementerian dan lembaga untuk menggerakan ekonomi pariwisata. Hal itu sejalan dengan rata-rata tingkat kesembuhan pasien corona di berbagai wilayah telah mencapai 50 persen.
Bahkan, ada beberapa wilayah yang tingkat kesembuhannya mencapai 90 persen. Selain itu ada tercatat hanya enam provinsi dengan jumlah kasus Covid-19 yang cukup tinggi.
Kondisi tersebut memberi angin segar yang menunjukkan bahwa sebagian besar lokasi wisata dapat beroperasi kembali dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Komentar