Para Pesepak Bola Diminta Kampanye Protokol Kesehatan
ASKARA - Satgas Penanganan Covid-19 menegaskan bahwa Kompetisi Liga 1 Indonesia yang kembali digelar harus mematuhi protokol kesehatan bagi perangkat pertandingan
Kelanjutan Kompetisi Liga 1 digelar pada Oktober mendatang tanpa dihadiri penonton. Sebab tidak ada yang bisa menjamin keselamatan penonton, mengingat dikhawatirkan terjadi kontak dengan orang terpapar Covid-19 yang hadir di stadion.
"Satgas mendukung liga bergulir namun dengan syarat menerapkan protokol kesehatan dan akan memberikan bantuan swab test kepada PSSI. Pertandingan harus tanpa dihadiri penonton," kata Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (22/7).
Doni yang juga ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana berharap PSSI mengajak suporter menyaksikan pertandingan dari rumah. Dan para pesepak bola bisa mengedukasi masyarakat terkait wabah Covid-19.
"Kami mengharapkan PSSI mengajak seluruh suporter menonton hanya lewat siaran televisi ataupun streaming," ujarnya.
Kemudian mengampanyekan penerapan protokol kesehatan dengan mengajak figur-figur pesepak bola yang diharapkan lebih efektif dan didengar masyarakat.
"Mereka dijadikan panutan dan memiliki fans yang banyak," kata Doni.
Ajakan yang sama pernah dilakukan seperti berdiskusi dengan komunitas suporter Bonek yang merupakan pendukung Persebaya Surabaya, salah satu peserta liga.
Bonek telah melakukan gerakan penanganan Covid-19 dengan membuat Gerakan Tri Wani yaitu wani pakai masker, wani cuci tangan dan wani jaga jarak. Gerakan itu telah dilakukan hingga daerah lain.
"Kami sudah mencoba dengan kelompok suporter di Surabaya Bonek. Tanpa disangka gerakan Bonek ini tidak hanya di Surabaya tapi melebar ke Manokwari dan Sorong," jelas Doni.
Maka, melalui olah raga khususnya sepak bola tentu bisa membantu meningkatkan program pencegahan Covid-19.
"Ini momentum yang sangat bagus ketika olah raga bisa menggerakkan seluruh komponen bangsa," demikian Doni.

Komentar