Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:09
NEWS

Serma Chrismawati Natalia, Peterjun Pertama yang Bakal Cetak Sejarah di Bumi Flores

Serma Chrismawati Natalia, Peterjun Pertama yang Bakal Cetak Sejarah di Bumi Flores
Serma Chrismawati Natalia (tengah). (Dok Istimewa)

ASKARA - Serma Chrismawati Natalia merupakan wanita pertama asal Maumere dan NTT yang akan terjun payung di Nangaroro, Kabupaten Nagekeo dan Ende dalam even tahunan TNI AU bernama "Pelangi Nusantara 2020" Nusa Tenggara Timur. 

Demikian Tulisan Robert EppeDANDO, Koordinator Daerah Nagekeo untuk kegiatan dengan tema "Pelangi Nusantara 2020" Nusa Tenggara Timur, yang viral di grup WhatsApp.

Tahun 2019 lalu, even tersebut digelar di Manado, Sulawesi Utara. Tujuannya, untuk mendekatkan TNI AU dengan warga dan membangkitkan spirit cinta NKRI yakni Bela Negara dan mengembangkan potensi Wisata Dirgantara di daerah bersama TNI AU dan PB FASI (Pengurus Besar Federasi Aero Sport Indonesia) di mana KASAU sebagai Ketua Umum PB FASI.

TNI AU menunjuk Koordinator Putera Daerah "Pelangi Nusantara 2020" NTT sekaligus Penasihat adalah Marsekal Pertama TNI Embu Agapitus, asal Mundemi, Nagekeo dan alumnus SMA Syuradikara Ende, yang kini menjabat sebagai Kepala Staf Komando Garnisun Tetap II Bandung membawahi Provinsi Jawa Barat dan Banten.

Natalia, demikian sapaannya adalah tentara wanita TNI AU atau disingkat Wara (Wanita Udara) akan menciptakan sejarah di bumi Flores. Bersama rekan peterjunnya, mereka akan mendarat di Lapangan Pancasila, Ende, kota di mana Presiden Pertama RI, Sukarno menemukan lima butir Pancasila saat dibuang oleh Belanda tahun 1934-1938.

Hari yang sama, Natalia bersama tim akan mendarat di Lapangan Nangaroro, kabupaten Nagekeo. Jarak tempuh ke Nangaroro sekitar 45 menit dari Kota Ende ke arah Barat dengan menggunakan mini bus.

Aksi terjun payung wanita kelahiran Ujung Pandang 26 Desember 1983 itu akan menjadi daya tarik bagi milenial Flores, agar mereka mencintai olahraga dirgantara dan kelak bisa bergabung menjadi prajurit TNI AU. Ia pun sudah mengantongi 850 kali terjun payung free fall.

Kini, Natalia berdinas di Bandung dan menetap di Mess Wara Dewi Sartika Karang Setra, Bandung.

Warga Maumere, Sikka tentu mengenal orangtua anak ke 2 dari 4 bersaudara itu. Ayahnya bernama Adjutor dan ibunya Maria Mariani yang menetap di Jalan Gajah Mada, Maumere.

Prestasi Serma Natalia yakni pernah menjalankan dinas luar negeri yakni bergabung dalam Satgas PBB UNAMDI Darfur 35B Sudan pada 2016-2017. (Industry)

Komentar