Menapaki Jejak Masa Lalu di Keraton Kesultanan Banten
ASKARA - Jejak sejarah kejayaan Kesultanan Banten atau Keraton Surosowan yang terletak di Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Kawasan Banten Lama, Kota Serang masih bisa ditemui dari berbagai peninggalan yang tersisa.
Meski saat ini Keraton Surosowan tinggal reruntuhan puing-puing akibat serangan VOC pada 1680 namun keraton yang disebut juga Benteng Surosowan masih memiliki beberapa sisa ruang yang dapat dilihat. Seperti gerbang di bagian utara serta kolam dan tempat beristirahat yang bernama Bale Kambang Rara Danok
Seperti halnya di keraton-keraton Jawa, selain menjadi pusat kerajaan dalam menjalankan pemerintahan, Keraton Surosowan juga berfungsi sebagai tempat tinggal sultan beserta keluarga dan pengikutnya.
Selain Keraton Surowosan, masih di sekitar Kawasan Kesultanan Banten terdapat juga Keraton Kaibon yang dibangun tahun 1815. Keraton ini menjadi yang kedua setelah Keraton Surosowan. Berbeda dengan Keraton Surosowan sebagai pusat pemerintahan, Keraton Kaibon dibangun sebagai tempat tinggal Ratu Aisyah. Hal ini dikarenakan Sultan Syafiudin sebagai Sultan Banten ke-21 saat itu usianya masih 5 tahun. Nama Kaibon sendiri dipastikan diambil dari kata keibuan yang memiliki arti bersifat seperti ibu yang lemah lembut dan penuh kasih sayang.
Selain Keraton Surosowan dan Kaibon, jejak peninggalan Kesultanan Banten yang masih bisa disaksikan hingga kini seperti Masjid Agung Banten, Masjid Pecinan Tinggi, Vihara Avalokitesvara, dan Benteng Speelwijk. Peninggalan tersebut merupakan etalase dalam memperkenalkan keunikan warisan budaya Kesultanan Banten.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap nilai-nilai sejarah, Pemprov Banten melakukan revitalisasi Kawasan Banten Lama yang dimulai sejak 2018 lalu. Melalui revitalisasi tanpa merusak atau mengubah nilai-nilai budaya dan sejarah, Kawasan Banten Lama diharapkan mampu memikat wisatawan.
Revitalisasi Kawasan Keraton Kesultanan Banten telah memasuki tahapan selanjutnya yakni pengembangan pariwisata dari yang sebelumnya tahap penataan kawasan. Pemprov Banten telah melaksanakan revitalisasi Kesultanan Banten Tahap I baik dari aspek pembangunan Plaza Masjid Agung Banten, penataan PKL di sekitar masjid maupun pembangunan infrastruktur.
Selain menjadi destinasi religi, Kawasan Banten Lama termasuk situs budaya yang harus terus dijaga, dilestarikan dan dikenalkan secara luas.
Dinas Pariwisata Banten mencatat Kawasan Kesultanan Banten merupakan salah satu dari 7 Wonders Banten. (dispar.bantenprov)

Komentar