Kampanye Anti-Rasisme dan Kekerasan dari Bambang Pamungkas
ASKARA - Tindakan rasisme tidak hanya dialami dalam kehidupan bermasyarakat. Namun terdengar juga di dunia olahraga sepak bola. Pelaku rasis bisa siapa saja, dari pemain hingga suporter.
Beberapa upaya telah dilakukan salah satunya oleh federasi tertinggi sepak bola (FIFA), yang sudah sejak lama melakukan kampanye anti-rasisme sebagai wujud perlawanan atas rasisme.
Legenda sepak bola Tanah Air dan klub Persija Jakarta, Bambang Pamungkas turut menyuarakan antirasisme yang sulit dihilangkan. Penolakan terhadap rasisme itu tergambar dalam kausnya dengan tagar stop racism dan stop violence.
Bepe sapaan akrabnya, mengecam kekerasan yang menimpa kalangan minoritas, yakni orang-orang kulit hitam. Mantan penyerang Persija Jakarta berdiri dalam keadilan karena perilaku rasis.
"I stand in solidarity with the fight for equality and justice," kata Bepe dalam akun Instagram miliknya @bepe20, Kamis (9/7).
Perlakukan rasis yang ramai diperbincangkan baru-baru ini ialah kematian seorang pria kulit hitam, George Floyd. Karena tak bisa bernafas akibat lehernya ditekan lutut seorang polisi terekam dalam video yang kemudian viral.
Kematian George Floyd telah memicu gelombang protes di Amerika Serikat, melepaskan kemarahan lama yang membara atas bias rasial dalam sistem peradilan pidana Amerika Serikat.
Unjuk rasa awalnya berlangsung di Minneapolis, namun terus meluas ke lebih dari 30 kota Amerika Serikat setelah muncul isu rasisme. Demonstran menyuarakan keadilan untuk orang-orang kulit hitam.

Komentar