Pelaku Olahraga Tinju Berharap Penonton Kembali Ramaikan Arena
ASKARA - Setelah lebih dari tiga bulan menerapkan ruang gerak masyarakat, Thailand kembali memulai pertandingan tinju di tengah pandemi Covid-19, Sabtu (4/7).
Melansir CNA, Minggu (5/7), para pihak berwenang dalam sektor olahraga di Thailand sempat menutup aktivitas pertandingan tinju. Hal ini membuat petinju dan wasit menjadi kehilangan pekerjaannya.
Mereka berharap agar penonton kembali meramaikan pertandingan di dekat ring. Sebab, jumlah penonton yang hadir mempengaruhi nilai tambah bagi mereka yang bekerja dalam pertandingan tinju.
"Saya sangat senang dan bersemangat bisa kembali lagi ke ring, tapi saya merasa agak aneh. Saya terbiasa dengan suara orang banyak yang bersorak-sorai," kata seorang petinju berusia 21 tahun, Khathawut Tumthong.
Saat ini, pemerintah Thailand telah melonggarkan aturan lockdown agar perekonomian kembali berjalan, salah satunya di sektor olahraga.
Sayangnya, pemerintah Thailand belum mengeluarkan kebijakan secara jelas aturan penonton dalam pertandingan di tempat-tempat olahraga. Meskipun di sisi lain pada bulan Maret, lonjakan Covid-19 di Bangkok dikaitkan dengan adanya pertandingan tinju.
"Ini awal yang baik untuk industri tinju. Petinju dalam bahaya, mereka tidak memiliki pekerjaan alternatif. Hal yang sama berlaku bagi mereka yang bekerja sebagai wasit tinju, mereka tidak memiliki pekerjaan kedua untuk mendukung (kehidupan) mereka," kata Kepala Komite Tinju Thailand, Viboon Jampa-nguern.
Akibat Covid-19, menurut bank sentral, sektor pariwisata di Thailand mengalami kontraksi 8,1 persen, termasuk jumlah turis asing yang juga menurun sebesar 80 persen.

Komentar