Senin, 20 Juli 2026 | 21:59
COMMUNITY

Sunan dan Noldi Bidik Kemenangan atas Petinju Thailand di Pattimura Big Fight 2026

Sunan dan Noldi Bidik Kemenangan atas Petinju Thailand di Pattimura Big Fight 2026
Petinju Indonesia Sunan Agung Amoragam dan Noldi Manakanae menyatakan siap tampil habis-habisan menghadapi lawan-lawannya dari Thailand dalam ajang Pattimura International Big Fight 2026 (Dok Askara)

ASKARA - Petinju Indonesia Sunan Agung Amoragam dan Noldi Manakanae menyatakan siap tampil habis-habisan menghadapi lawan-lawannya dari Thailand dalam ajang Pattimura International Big Fight 2026 yang akan digelar di Studio TVRI Pusat, Jumat (29/5/2026) malam.

Sunan Agung Amoragam, peraih medali perunggu Asian Games 2018, akan menghadapi petinju Thailand Natha Phong Nuchap Hum pada laga non-gelar internasional kelas Super Bantam 55,3 kilogram selama delapan ronde.

Petinju dari Sasana HS Ciseeng Boxing Camp itu mengaku telah mempersiapkan diri secara maksimal, termasuk mempelajari gaya bertarung lawannya.

“Saya sudah siap bertanding dan sudah mempelajari permainan lawan. Mudah-mudahan bisa meraih kemenangan,” ujar Sunan usai menjalani timbang badan di Studio TVRI Pusat, Kamis (28/5/2026).

Namun Sunan diprediksi bakal menghadapi perlawanan sengit. Pasalnya, Natha Phong yang memiliki rekor tujuh kemenangan, lima di antaranya KO, datang dengan tekad mencuri kemenangan di Jakarta.

“Saya datang untuk menang,” tegas petinju asal Thailand tersebut.

Selain Sunan, petinju Indonesia lainnya, Noldi Manakanae, juga optimistis mampu menumbangkan petinju Thailand Phirawat Panthong pada duel kelas bulu 57,1 kilogram delapan ronde.

“Saya sudah melihat rekaman pertandingannya dan yakin bisa mengatasinya,” kata Noldi dari Sasana Kemang Fight Gym.

Promotor ajang Pattimura International Big Fight 2026, Nikolas Johan Kilikily, mengatakan event tersebut menjadi momentum penting kebangkitan tinju profesional Indonesia yang belakangan dinilai kurang bergairah.

“Kita sudah lama tidak menggelar pertandingan internasional profesional seperti ini. Pattimura International Big Fight menjadi event terbesar tahun ini,” ujar Nikolas.

Menurutnya, event tersebut digelar untuk memperingati Hari Pahlawan Nasional Pattimura ke-209 sekaligus mengenang kejayaan tinju Maluku melalui sosok legenda Ellyas Pical.

Nikolas menyebut Ellyas Pical sebagai petinju profesional Indonesia pertama yang berhasil mengibarkan Merah Putih dan memperdengarkan lagu Indonesia Raya di panggung dunia setelah merebut gelar juara dunia IBF.

“Bagi kami, Ellyas Pical adalah Kapitan Pattimura di dunia olahraga. Karena itu saya terpanggil untuk membangkitkan kembali kejayaan tinju Indonesia,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Ketua DPRD Maluku Benhur George Watubun, serta Bank Maluku yang telah mendukung penyelenggaraan event tersebut.

Nikolas menegaskan dirinya akan terus berupaya menghidupkan kembali atmosfer tinju profesional nasional melalui berbagai kejuaraan internasional ke depan.

“Ke depan kami ingin menghadirkan kejuaraan versi PABA maupun OPBF agar petinju Indonesia punya lebih banyak kesempatan menembus level dunia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) Neneng A. Tuty menyatakan pihaknya terus berkomitmen mengembangkan tinju profesional Tanah Air.

“Petinju Indonesia punya potensi besar untuk bersaing di level internasional, terutama petinju-petinju asal Maluku,” katanya.

Selain empat partai profesional, Pattimura International Big Fight 2026 juga akan menghadirkan sejumlah pertandingan amatir yang melibatkan petinju muda dari berbagai daerah di Indonesia.

 

Komentar