Rabu, 17 Juni 2026 | 17:59
NEWS

Melindungi Diri dari Kejahatan Internet

Melindungi Diri dari Kejahatan Internet
Webinar KBRI Quito

ASKARA - Jumlah pengguna internet saat pandemi virus corona meningkat tinggi, begitu juga dengan masyarakat yang menjadi korban penipuan online. 

Lantaran itu, KBRI Quito menggelar webinar untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat dari kejahatan internet dengan mengusung tema "Melindungi diri dari kejahatan internet", Sabtu (27/6) lalu. 

Kepala Pusat Teknologi, Informasi, dan Komunikasi Kementerian Luar Negeri Agus Trenggono, didaulat menjadi Keynote Speaker. Selain itu, webinar menghadirkan narasumber yakni R. Apriyanto dan Harris Irvan, staf dari KBRI Quito yang membahas dan berdiskusi tentang masalah penipuan melalui internet. 

Dubes RI untuk Quito, Diennaryati Tjokrosuprihantono, dalam pidato pembukaannya menyampaikan tentang perkembangan internet yang memberikan kemudahan. Internet, kata dia, memudahkan manusia berhubungan di daerah yang jauh.  

Namun, di balik kemudahan tersebut terdapat risiko yang dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan aksi penipuan atau kejahatan. 

"Tujuan webinar dan diskusi santai ini adalah agar kita dapat lebih waspada dan bijak dalam menggunakan internet," kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (3/7).

Agus Trenggono dalam pemaparannya mengatakan, sebagai pengguna internet masyarakat harus bisa menyeimbangkan antara keamanan dan kenyamanan, agar kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan dengan serta tetap menjaga diri dan terhindar dari kejahatan virtual. 

Mengamankan diri dari kejahatan virtual, kata dia, pengguna atau manusia adalah kunci utama, bukan teknologinya. "Kita harus selalu waspada dan bersikap bijak dalam menggunakannya. Seringkali kita lalai dalam mengamankan diri sendiri seperti karena takut lupa. Kita menuliskan password di tempat yang mungkin mudah dibaca orang lain juga atau memposting data yang bersifat terlalu pribadi di sosial media," ujarnya. 

Prinsip dasar yang perlu ditanamkan, lanjutnya, adalah harus berfikir secara matang sebelum melakukan tindakan atau memposting sesuatu di internet tanpa mengetahui sumber beritanya.  

"Gunakan logika dasar sebagai pertimbangan sebelum mengambil keputusan. Jika terjadi kejahatan siber maka kita harus segera melaporkan kepada pihak yang berwajib," terangnya.

Sedangkan diskusi santai antara Rally dan Harris dari KBRI Quito banyak membahas tengang contoh-contoh penipuan virtual yang marak terjadi di masyarakat, baik yang sederhana sampai yang kompleks. Agar lebih waspada dan tidak mudah terjebak, sangat disarankan tenang dan berfikir matang sebelum bertindak atau mengambil keputusan.

Baik dalam memberitakan atau meneruskan portingan berita kepada orang lain yang nantinya akan merugikan diri sendiri atau orang lain karena informasi yang disampaikan ternyata berita hoaks. Seringkali penipu mencari celah dengan memberikan kabar yang mengandung unsur emosi, baik emosi senang ataupun sedih. 

Saat ini, kehidupan bermasyarakat banyak dimudahkan dengan adanya teknologi internet. Namun, harus tetap waspada, jangan lengah dan cari cara aman dan nyaman untuk melindungi diri dari kejahatan yang mungkin dilakukan melalui internet. 

Bersikaplah dengan bijak dan dapatkan manfaatnya, serta tetap waspada agar tidak menjadi korban dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

Komentar