Berkat Karya dan Aksi Kemanusiaannya, Perempuan Asal Indonesia Ini Raih Penghargaan Putri Diana Award
ASKARA - Prestasi berhasil ditunjukkan Kyla Christie (19) yang meraih penghargaan Putri Diana Award. Penghargaan paling bergengsi itu diberikan kepada anak muda berusia 9-25 tahun yang berkecimpung dalam aksi sosial dan kemanusiaan.
The Diana Award didirikan untuk mengenang Putri Diana, Princess of Wales dan didukung kedua putranya, Pangeran William, Duke of Cambridge dan Pangeran Harry, Duke of Sussex.
Pengumuman penerimaan penghargaan disampaikan di London, Inggris pada Selasa malam (1/7), bertepatan dengan hari ulang tahun Putri Diana.
"Kami menyampaikan selamat bagi semua penerima Diana Award, yang merupakan agen perubahan bagi generasi mereka," kata CEO of The Diana Award, Tessy Ojo dalam keterangannya, Kamis (2/7).
Selama lebih dari 20 tahun, The Diana Award telah mengapresiasi dan menanamkan pada generasi muda, mendorong mereka untuk terus membuat perubahan positif dalam komunitas mereka dan kehidupan orang banyak.
"Kami berharap dengan penghargaan ini mereka akan menginspirasi lebih banyak anak-anak muda terlibat dalam komunitas mereka dan mengawali peran aktif mereka sebagai warga negara," ucap Tessy Ojo.
Kyla terpilih untuk menerima penghargaan The Diana Award karena karya-karya dan aksi kemanusiaannya dianggap telah memelopori perubahan positif yang berkesinambungan.
Dia mencurahkan bakat dan passionnya di bidang seni pertunjukkan untuk membantu mengatasi problem dan isu sosial di komunitas dan generasinya.
Aksi kemanusiaannya bermula sejak Kyla berusia 10 tahun. Kyla memprakarsai lahirnya "Sing to Build", sebuah gerakan nirlaba. Dengan suara emasnya Kyla menyanyi, menggalang dana untuk korban bencana alam saat itu.
Dia berhasil mengumpulkan setara dengan 70,000 USD untuk membantu membangun panti asuhan, rumah tinggal, perpustakaan, women centers, pusat seni dan musik di tempat yang tertimpa bencana.
"Saya merasa terhormat menerima penghargaan ini, terutama di era yang penuh tantangan sekarang ini. Kita tengah melalui salah satu masa transisi terbesar dalam generasi kita," tutur Kyla.
Prestasi lainnya ketika usianya 17 tahun, dia membangun "New Art collectives" sebelumnya bernama Jakarta Youth for Performing Arts. Kyla menata tari, menggubah lagu, menulis skenario, menjadi sutradara, melatih pemain.
Serta menjadi produser yang menginpirasi generasi muda melalui lagu, drama musikal dan teater. Lebih dari 5000 penonton melihat pertunjukan yang ditampilkan oleh lebih dari 110 kawula muda dalam 15 show dan proyek.

Komentar