Pengusaha Dukung Jokowi Sentil Menteri yang Dinilai Lambat
ASKARA - Presiden Joko Widodo marah melihat kinerja kabinetnya yang dinilai lambat. Salah satunya soal penyerapan anggaran di beberapa kementerian/lembaga yang masih sangat minim.
Hal ini ditanggapi kalangan pengusaha yang mendukung penyerapan anggaran kementerian/lembaga harus segera diputar secara cepat seperti yang menjadi perhatian Presiden Jokowi. Pasalnya, akan terasa sayang jika modal anggaran tidak dimanfaatkan secara baik, padahal industri sedang membutuhkan pekerjaan melalui proyek sehingga berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja.
"Sekecil apapun hal-hal yang bisa genjot pertumbuhan ekonomi harus direalisasikan, termasuk modal pemerintah. Ini sangat-sangat penting," kata Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang, Senin (29/6).
Menurutnya, saat ini uang negara menjadi satu-satunya yang bisa diharapkan dalam menjaga pertumbuhan ekonomi. Sumber perputaran lain sudah sulit untuk diandalkan, bahkan dalam jangka waktu beberapa bulan ke depan.
"Ada empat indikator yang genjot pertumbuhan ekonomi. Konsumsi rumah tangga, ekspor, investasi dan belanja pemerintah. Investasi nggak bisa diharapkan, juga ekspor karena dunia sedang sulit, konsumsi menurun. Nah belanja pemerintah uangnya ada, ini harus cepat beredar," jelas Sarman.
Kinerja kementerian/lembaga memang harus terus dievaluasi. Jangan sampai para pejabat dan aparatur sipil negara terus-terusan berasa di zona nyaman. Jika dibiarkan kondisi ini terus berlarut bukan tidak mungkin makin banyak masyarakat terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
Sarman menyarankan agar kinerja dievaluasi dalam rentang waktu satu hingga dua bulan sekali.
"Tentu kita nggak tahu penyerapan berapa. Ke depan, jika perlu penyerapan itu diumumkan media. Perusahaan-perusahaan terbuka harus lapor kondisi keuangan tiap tiga bulan ke OJK. Jadi tujuannya supaya betul-betul penyerapan anggaran itu tepat waktu dan tepat sasaran," papar Sarman yang juga ketum DPP Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta.
Presiden Jokowi marah dalam menyampaikan pengantar sidang kabinet paripurna di Istana Negara pada Kamis (18/6) dengan melontarkan ucapan-ucapan bernada tinggi. Pernyataan tersebut diunggah melalui video yang dipublikasikan Sekretariat Kepresidenan pada Minggu (28/6). (industry)

Komentar