Senin, 08 Juni 2026 | 10:34
NEWS

Menpora Minta Pelatih Timnas dan PSSI Tidak Perang Statement

Menpora Minta Pelatih Timnas dan PSSI Tidak Perang Statement
Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali (Kemenpora.go.id)

ASKARA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali meminta pelatih Tim Nasional Indonesia dan PSSI fokus kepada berbagai persiapan rangkaian acara keolahragaan pada 2021 mendatang. 

Mengingat pemerintah telah memberikan target yang harus dicapai, dalam rangkaian acara keloahragaan tersebut. Seperti Piala Dunia U-20, olimpiade, Asian Paralympic Games, dan Hari Olahraga Nasional (Haornas), serta ajang lainnya. 

Menurutnya, hal itu pertaruhan besar untuk sejumlah pihak. Menjadi tuan rumah ini adalah tugas utama yang telah mendapat jaminan dari kementerian dan lembaga lain Indonesia. 

"Jaminan inilah kita akhirnya dipercaya menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada tahun 2021 nanti," ujar Menpora Zainudin Amali, dalam keterangannya, Selasa (23/6).

Dikatakannya, persiapan yang ditekankan Presiden Joko Widodo yaitu sukses penyelenggaraan dan sukses tim nasional. Pemerintah bertugas supporting. Maka kedua pihak segera menyelesaikan perbedaan pendapat mereka.

Lantaran itu, jika ditanya terkait berita antara PSSI, pihaknya terus melakukan pemantauan perkembanganya, yang berkontrak itu bukan pemerintah dan pelatih, melainkan PSSI dan Pelatih. 

"Jadi silakan diselesaikan dengan baik, jangan perang statement," kata Zainudin Amali. 

Ia tidak mau ikut campur permasalahan pelatih Timnas Indonesia Shin dan PSSI. Sebab berpotensi melanggar statuta FIFA dan berpotensi Indonesia dihukum.
PSSI sebagai federasi cabang olahraga sepak bola diberikan kesempatan untuk konsentrasi membentuk Timnas Indonesia. 

"Kita men-support tapi tidak mau masuk terlalu dalam, kalau pemerintah masuk terlalu dalam nanti dinilai intervensi karena ada statuta FIFA. Sejak menjadi Menpora, statement ini yang konsisten saya pertahankan," tandasnya. 

Konflik yang terjadi antara PSSI dengan Shin Tae-yong. Pelatih asal Korea Selatan itu meminta supaya pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia digelar di Korea karena dianggap lebih aman dari penularan Covid-19.

Namun PSSI menolak permintaan Shin dan meminta dia segera datang ke Tanah Air. Penolakan PSSI itu berujung pada pembentukan Satgas Timnas Indonesia dengan menempatkan Syarif Bastaman sebagai ketua.

Komentar