Kamis, 04 Juni 2026 | 08:04
NEWS

Penuturan Pak Wakil Camat Tentang Penularan Covid-19 di Pasar Kebayoran Lama

Penuturan Pak Wakil Camat Tentang Penularan Covid-19 di Pasar Kebayoran Lama
Wakil Camat Kebayoran Lama, Sidik Rayanta bersama PMI Jaksel memonitor Spraying Disinfektan di Pasar Sayur Cipulir (Dok Pribadi)

ASKARA - Peran camat maupun wakil camat sangat menentukan dalam mengatur masyarakatnya untuk tertib, khususnya di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Di mana protokol kesehatan wajib untuk diterapkan di seluruh lapisan masyarakat. 

Askara mencoba menghubungi Wakil Camat Kebayoran Lama, Sidik Rayanta untuk mengetahui bagaimana perannya dalam mencegah Covid-19 di pasar tradisional di wilayahnya.

Seperti diketahui, beberapa hari lalu Jakarta dikejutkan dengan informasi 14 pedagang di Pasar Kebayoran Lama terkonfirmasi positif Covid-19. Pasar tersebut akhirnya sempat ditutup tiga hari untuk dilakukan sterilisasi. 

Lalu bagaimana peran Kecamatan Kebayoran Lama dan mengapa bisa terjadi penularan Covid-19 di pasar tersebut? 

Sidiq mengatakan, secara geografis Pasar Kebayoran Lama menjadi pasar terbesar yang ada di Jakarta. Apalagi posisinya yang strategis dilalui jalur transportasi umum, baik darat maupun perkeretaapian. 

"Notabenenya secara geografis ini posisinya sangat strategis dilalui jalur transportasi umum kendaraan maupun kereta, di situ ada stasiun kereta juga dekat sekali ya antara stasiun, artinya sangat sering terjadi dari pedagang manapun bisa dengan cepat untuk bisa sampai ke pedagang maupun pengunjung," ungkap Sidiq saat dihubungi Askara, Minggu (21/6).

Ia menilai, akses keluar masuk di Pasar Kebayoran Lama paling mudah dan luas dibandingkan dengan pasar lain seperti Pasar Mayestik yang cenderung lebih terjaga akses masuknya.

"Pasar itu (Mayestik) sudah dibatasi dengan pagar atau bangunan. Pintu masuknya jelas ada empat penjuru, tapi kalau bicara Pasar Kebayoran Lama sepanjang jalan itu bisa masuk, karena memang menghadap jalan langsung, baik dari sisi barat maupun timur," tuturnya. 

Selain itu, banyak pedagang yang berjualan di luar Pasar Kebayoran Lama, di luar pengelolaan PD Pasar Jaya. Misalnya, tidak jauh dari Pasar Kebayoran Lama terdapat fly over di mana di bawahnya juga terdapat banyak pedagang.

"Kalau lewat kolong itu biasanya pedagang ayam, unggas, yang mau dipotong kemudian sama barang elektronik bekas, kemudian di dekat stasiun seberang utara itu ada Pasar Bata Putih. Nah itu juga sama lokasinya strategis juga di lewati kereta dilewati jalan, ya notabenenya itu pintu masuknya di sepanjang jalan itu pintu masuk," ungkapnya.

Sidiq mengaku, hampir setiap hari turun ke lapangan bahkan dari sebelum hadirnya Covid-19. Di lapangan, pedagang yang tidak menggunakan masker langsung didenda atau dikenakan sanksi sosial. Namun, pola pikir dan perilaku sangat mempengaruhi bagaimana pencegahan Covid-19 bisa diterapkan. 

Di pasar tradisional, kata Sidiq, banyak masyarakat tidak waspada dengan penyebaran Covid-19. Bahkan, pedagang dan pembeli seakan menganggap Covid-19 tidak ada. 

"Kalau di pasar tradisional ini kebanyakan masyarakat bawah sekali, kayaknya mohon maaf nih, kaya nggak takut mati masyarakatnya. Sudah saya kasih pengeras suara setiap pagi keliling anggota saya Satpol saya, wah saya luar dalam. Tapi ya walaupun demikian kita nggak menyalahkan mereka, kewajiban kita tetap mengawasi mengedukasi, menyosialisasi, sama pengawasan dan penindakan," ujarnya.

Kabar 14 pedagang di Pasar Kebayoran Lama yang terkonfirmasi Covid-19 di Pasar membuat pasar tersebut kini menjadi sepi. "Artinya secara psikologis mereka (pedagang dan pembeli) mikir juga mungkin setelah ada informasi itu, biasanya kayak nggak ada apa-apa," katanya.

Selain Pasar Kebayoran Lama, kata Sidiq, pihaknya harus mengawasi delapan titik lainnya dengan personel yang sedikit. Delapan titik tersebut yaitu Pasar Bata Putih, pasar kolong fly over, Pasar Cipulir, Pasar Sayur Cipulir, Pasar Cidodol, Pasar Pondok Indah di Kelurahan Pondok Pinang, Pasar Kedip, dan Pasar Kambing.

Sidiq berharap masyarakat membantunya dengan taat pada aturan pemerintah dalam PSBB masa transisi saat ini. Meskipun di sisi lain disayangkan masih banyak masyarakat yang menyepelekan penggunaan masker. 

Bahkan dengan berkelakar Sidiq mengatakan, lebih memilih bertugas di mal dibandingkan di pasar tradisional yang masyarakatnya sulit menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Saya menghadapi warga di Pondok Indah Mal dan sama yang di Pasar Kebayoran Lama kalau saya boleh milih tugas saya mau di Mal Pondok Indah aja deh, tapi tidak boleh seperti itulah, saya petugas di lapangan semuanya harus kita layani," tandasnya.

Komentar