Senin, 08 Juni 2026 | 00:02
NEWS

Bakal Terjadi 21 Juni, dari Ustaz Sampai NASA Bantah Ramalan Kiamat

Bakal Terjadi 21 Juni, dari Ustaz Sampai NASA Bantah Ramalan Kiamat
Ilustrasi. (Shutterstock)

ASKARA - Ustaz Solmed turut mengomentari perihal ramalan penganut teori konspirasi terkait hari kiamat yang akan terjadi pada 21 Juni 2020. 

Ramalan tersebut disampaikan oleh saintis yang juga tokoh teori konspirasi Paolo Tagaloguin.

Menurut Ustaz Solmed, tidak ada orang yang bisa mengetahui kapan hari kiamat bakal terjadi.

"Kiamat itu rahasia Allah. Tidak ada satu pun makhluk yang tahu kapan terjadinya," katanya, Kamis (18/6).

Suami April Jasmine itu berharap, masyarakat tidak perlu khawatir dengan teori konspirasi tentang kiamat pada 21 Juni. Apapagi, kiamat nantinya punya tanda-tanda sendiri.

"Jadi tidak perlu khawatir karena tanda kiamat juga belum datang semua," ujar Ustaz Solmed.

Penganut teori konspirasi meramalkan 21 Juni mendatang merupakan kiamat alias akhir dari kehidupan di dunia. Ramalan itu didasari perhitungan bahwa 21 Desember 2012 (21-12-12) yang sebelumnya diyakini sebagai tanggal kiamat sebenarnya jatuh pada 21 Juni 2020.

Paolo Tagaloguin mengatakan, ramalan tentang kiamat pada 21-12-12 didasarkan pada hitungan almanak yang keliru. Menurutnya, ada 11 hari yang hilang akibat penggunaan Kalender Gregorian sebagai pengganti Kalender Julius 

Dari perhitungan Paolo, untuk penggunaan Kalender Gregorian selama 268 tahun (1752-2020) dikalikan 11 hari yang hilang maka hasilnya 2948. Sementara dalam setahun ada 365 hari. Oleh karena itu, 2948 dibagi 365 hari sama dengan delapan tahun.

"Mengikuti Kalender Julius kita secara teknik berada pada tahun 2012," ujar Paolo.

Namun, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) sudah jauh-jauh hari menepis teori soal kiamat pada 21-12-12 itu. NASA mengawali bantahannya dengan cerita Bangsa Sumeria tentang planet besar bernama Nibiru yang akan menabrak Bumi.

"Semula bencana besar itu diprediksi terjadi Mei 2003 tetapi tidak ada kiamat pada tanggal tersebut dan digeser ke Desember 2012 dikaitkan dengan akhir siklus penanggalan Bangsa Maya," jelas NASA.

Menurut NASA, tidak ada bukti untuk mendukung klaim tentang kiamat pada 21-12-12. 

"Tidak ada bukti kredibel untuk mendukung kiamat terjadi pada Desember 2012," katanya. (jpnn)

Komentar