Minggu, 07 Juni 2026 | 08:20
NEWS

KPAI Awasi PPDB di Dua Sekolah, Ini Hasilnya

KPAI Awasi PPDB di Dua Sekolah, Ini Hasilnya
Komisioner KPAI Retno Listyarti meninjau posko PPDB. (Dok. KPAI)

ASKARA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia melakukan pengawasan langsung ke Posko Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020 di SMPN 30 Jakarta Utara dan SMKN 26 Jakarta Timur. 

Dari pengawasan ditemukan permasalahan didominasi soal Kependudukan Catatan Sipil (Dukcapil). Di Posko Jakut wilayah II maupun Jaktim wilayah I, permasalahan pendaftar didominasi urusan domisili dan NIK. 

"Banyak orang tua pendaftar tidak mempersiapkan urusan administrasi anak-anaknya jauh sebelum PPDB, sehingga kebingungan ketika dibutuhkan berbagai dokumen anak," ujar Komisioner KPAI Retno Listyarti, Kamis (18/6).

Kedua, permasalahan teknis pendaftaran. Baik di Posko Jakut maupun Jaktim ternyata banyak pendaftar yang kebingungan cara mendaftar daring. Sehingga mereka datang ke posko untuk mininta bantuan didaftarkan. 

"KPAI tidak menjumpai pihak Sudin Pendidikan Jakarta Utara wilayah II. Yang ada hanya pihak Sudin Dukcapil Jakarta Utara," kata Retno. 

Ketiga, permasalahannya ialah PPDB 2020 di Jakarta diselenggarakan secara daring. Ketika pandemi Covid-19, seluruh proses PPDB dilaksanakan dari rumah dimulai dari pengajuan akun. Serta pendaftaran atau pemilihan sekolah sampai ke proses lapor diri untuk peserta didik yang lolos seleksi, di situs https://ppdb.jakarta.go.id. 

"Kebijakan PPDB DKI Jakarta diharapkan mampu mengakomodir berbagai latar belakang calon peserta didik sesuai azas PPDB. Objektif, transparan, berkeadilan, akuntabel, tidak diskriminatif," jelas Retno. 

Keempat, permasalahan mengenai penerapan protokol kesehatan Covid-19 dalam PPDB. Meski PPDB dilakukan secara daring namun masyarakat kurang paham terhadap teknologi informasi maka banyak yang datang ke sekolah.

Sehubungan dengan itu maka diterapkan protokol kesehatan ketika masyarakat mendatangi Posko PPDB. 

KPAI mengamati bahwa dua sekolah yang dijadikan posko pengaduan yaitu SMPN 30 dan SMKN 26 tampak menyediakan wastafel yang memadai dilengkapi sabun dan tisu. 

"Ada hand sanitizer juga di beberapa titik. Jaga jarak, penataan kursi antrean, menggunakan masker dan tetap jaga jarak selama di Posko PPDB," demikian Retno.  

 

Komentar