Selasa, 14 Mei 2024 | 10:03
NEWS

Keuskupan Agung Jakarta Belum Buka Gereja, Ini Alasannya

Keuskupan Agung Jakarta Belum Buka Gereja, Ini Alasannya
Uskup Agung Jakarta, Ignatius Sunaryo (Istimewa-tangkapan layar)

ASKARA - Gereja-gereja di Indonesia memiliki karakteristik berbeda-beda. Untuk itu, masing-masing keuskupan telah membentuk tim dalam menjalankan protokol pencegahan Covid-19 untuk menyongsong masa normal baru. 

"Keuskupan sudah membentuk suatu tim untuk memikirkan bagaimana semua yang harus dilakukan itu, dilakukan dengan baik," ujar Uskup Agung Jakarta sekaligus Ketua Konferensi Waligereja Indonesia, Ignatius Kardinal Suharyo, dalam sebuah video bertajuk "New Normal: Gereja sangat berhati-hati demi kebaikan bersama”, Jumat (12/6).

Dikatakan, meskipun dengan karaterisrik yang berbeda namun masing-masing keuskupan tetap mengatur protokol Pencegahan Covid-19 dengan mengacu pada aturan Kementerian Agama, maupun Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

"Intinya umat Katolik disiplin, taat kepada peraturan-peraturan yang sudah dibuat, pasti dengan maksud untuk kebaikan bersama itu," katanya.

Sementara itu, di Keuskupan Agung Jakarta sendiri meskipun secara legal rumah ibadat sudah boleh dibuka, namun gereja Katolik belum dibuka, hal ini berdasarkan prinsip kehati-hatian.

"Tetapi Gereja Katolik belum membuka gereja alasannya sederhana, kehati-hatian supaya jangan pernah sampai terjadi, tempat ibadah gereja kita menjadi tempat penyebaran yang baru," ungkapnya.

Uskup Ignatius memastikan, dari segi iman tidak menjadi penghalang jika gereja Katolik masih ditutup, kebantian masih dapat dilakukan melalui tayangan di televisi seperti TVRI, maupun di layanan live streaming online.

"Komunikasi batin itu bukan seolah-olah menerima Kristus bukan, seolah-olahnya sudah dicoret. Kita sungguh-sungguh menerima kehadiran Tuhan secara rohani, banyak hal yang pelayanan-pelayanan yang memang belum bisa diberikan tetapi kita percaya pelayanan fisik memang belum bisa diberikan, tetapi batin kita itu selalu ada di dekat Tuhan," tutur dia.

Batin yang selalu dekat dengan Tuhan, lanjutnya, adalah hal yang paling penting terlebih diiringi dengan berdoa di tengah kondisi prihatin akibat Covid-19 saat ini.

"Sehingga saya bayangkan nanti ketika wabah ini sudah lewat ada macam-macam kebaruan, yang bisa muncul justru pada masa yang khusus ini," tuturnya.

Semantara, sambil menunggu keputusan dari tim keuskupan, gereja belum akan dibuka untuk umum pelayanan ibadah dan masih melalui live streaming, maupun di TVRI setiap hari Minggu dan lainnya disesuaikan dengan keadaan.

"Kita tetap tenang, kita tetap mencoba untuk menemukan kehendak Tuhan di tengah keterbatasan ini, moga-moga kita semua dilindungi Tuhan, salam sehat berlimpah berkat untuk Anda sekalian keluarga dan komunitas Anda," tandasnya.

 

 

Komentar