Rabu, 22 Juli 2026 | 04:51
NEWS

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Bengkulu Bikin Panik Warga

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Bengkulu Bikin Panik Warga
Ilustrasi. (Ntnews)

ASKARA - Gempa mengguncang wilayah Bengkulu dengan magnitudo 5,7 terasa kuat oleh masyarakat selama 2-3 detik, Rabu (10/6).

Kepala Pusdalops BPBD Kabupaten Mukomuko Arazak menyampaikan, gempa membuat panik warga hingga berhamburan keluar rumah. Kondisi terkini masih terus dipantau oleh BPBD setempat.

Menurut Arazak, sejauh ini belum ada laporan terkait korban jiwa maupun kerusakan. Pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait pasca gempa. 

"BPBD Kabupaten Mukomuko telah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan selalu waspada," ujarnya.

BMKG melaporkan gempa dengan magnitudo 5,7 terjadi pukul 11.35 WIB. Parameter gempa lain yakni lokasi pusat gempa berada di 28 kilometer barat daya Mukomuko, Bengkulu. Gempa dengan kedalaman 24 kilometer ini tidak berpotensi tsunami. 

Berdasarkan peta guncangan, BMKG mencatat guncangan gempa diukur dengan satuan Modified Mercalli intensity (MMI) yakni Mukomuko IV MMI, Pesisir Selatan, Kota Padang, dan Kerinci III MMI. Lubuk Basung, Padang Pariaman, Padang Panjang, Bukit Tinggi, Kepahiyang, Kota Bengkulu, Dharmasraya, Payakumbuh, dan Tanah Datar II MMI. 

Skala III MMI memberikan gambaran guncangan atau getaran yang dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk melintas. 

Sedangkan IV MMI menjelaskan getaran dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela atau pintu berderik dan dinding berbunyi. 

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, gempa yang terjadi merupakan gempa dangkal akibat aktivitas subduksi. 

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault," ujarnya.

Hingga pukul 11.56 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan atau aftershock.

Berdasarkan analisis melalui InaRISK, jumlah populasi terpapar di wilayah Mukomuko mencapai lebih dari 170 ribu jiwa. Wilayah ini berada pada katagori bahaya sedang hingga tinggi untuk ancaman gempa.

 

Komentar