Kamis, 18 Juni 2026 | 17:54
NEWS

Aplikasi Lacak Covid-19 untuk Pengguna dan Operator Transportasi

Aplikasi Lacak Covid-19 untuk Pengguna dan Operator Transportasi
Operator transportasi di Terminal Kampung Rambutan (Grid.id)

ASKARA - Aplikasi L-Cov (Lacak Covid) bakal diperkenalkan kepada seluruh pengguna transportasi di Jabodetabek, baik masyarakat umum maupun operator transportasi.

Soft launching aplikasi ini rencananya akan dilangsungkan secara virtual, Rabu besok (10/6) pukul 14.00 WIB hingga selesai.

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merancang aplikasi L-Cov yang didukung oleh Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan juga Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta.

Kepala BPTJ, Polana B. Pramesti mengatakan, aplikasi L-CoV ini nantinya dapat membantu masyarakat untuk melakukan pencegahan dini penyebaran Covid-19 sebelum, maupun saat menggunakan angkutan umum atau kendaraan pribadi. 

"Sampai saat ini belum ditemukan vaksin untk penyakit ini, oleh karenanya pencegahan dini khususnya ketika sedang bermobilitas menjadi penting," ujar Polana, Selasa (9/6).

Keunggulan dari aplikasi ini salah satunya adalah pengguna mampu mengindikasikan potensi penularan virus asal Wuhan ini, secara mobile di sepanjang rute jalan yang akan dilalui dengan fitur di dalamnya yakni Pantau Jalan.

"Melalui fitur Pantau Jalan, pengguna dapat mengetahui potensi penyebaran Covid-19 secara realtime yang terdapat di sepanjang rute yang akan dilalui,” jelas Polana.   

Pihaknya, kata Polana, bekerja sama dengan Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 serta Pemerintah Daerah dalam mengetahui data baik jumlah pasien positif, PDP, dan ODP di sekitar pengguna aplikasi L-COV.

Peta sebaran pasien Covid-19, baik yang positif maupun suspect juga akan ditampilkan dalam aplikasi ini, termasuk resiko Covid-19 dan jumlah pasien positif/suspect pada suatu wilayah melalui dashboard yang terdapat di halaman depan aplikasi ini dengan catatan GPS harus aktif. 

Aplikasi ini juga dapat mendeteksi potensi penularan Covid-19 pada fasilitas transportasi umum yang akan digunakan masyarakat. Nantinya teknologi melalui teknologi QR Code dalam aplikasi ini, pengguna juga dapat melakukan pemindaian terhadap sarana dan prasarana transportasi umum untuk mengidentifikasi potensi penularan Covid-19.

"Mengingat penyebaran Covid-19 sangat bergantung kepada mobilitas masyarakat, maka diharapkan jika potensi penularan Covid-19 dapat diketahui lebih dini. Masyarakat bisa bersikap lebih bijak dan hati-hati untuk memutuskan berkegiatan di luar rumah atau lebih memilih untuk tinggal di rumah saja,” tutup Polana.   

Komentar