Minggu, 07 Juni 2026 | 14:50
NEWS

Dedikasi dan Kasih Sayang Keluarga Djojohadikusumo Kepada Binatang

Dedikasi dan Kasih Sayang Keluarga Djojohadikusumo Kepada Binatang
Hashim Djojohadikusomo (Youtube)

ASKARA - Memperlakukan hewan sangat penting karena mampu menumbuhkan rasa peduli. Terlebih hewan memiliki hak yang sama seperti makhluk hidup lainnya. Termasuk hak mendapatkan perlakuan baik. 

Pengusaha Hashim Djojohadikusomo mendermakan banyak materinya demi kelestarian flora dan fauna Indonesia. Ia menceritakan kecintaan terhadap hewan itu bawaan dari ayahnya Soemitro Djojohadikusumo.

Dia dikenal sebagai begawan ekonomi Indonesia, mengemban amanah berbagai posisi menteri di era Presiden Soekarno dan Soerharto. 

"Itu dimulai dari opah Soemitro. Keluarga Djojohadikusumo sayang terhadap binatang. Kucing, anjing dan sebagainya," ujarnya saat berbincang dalam program Youtube milik anaknya Rahayu Saraswati, Minggu (7/6).

Kebiasaan Soemitro menularkan hal positif kepada keluarganya untuk menyayangi dan berperilaku baik terhadap berbagai hewan. Hal tersebut masih dipertahankannya hingga saat ini. 

"Mungkin itu genetika, karena kami lihat keluarga sayang binatang. Tidak ada pesan khusus dari opah. Tapi kita keluarga senang dengan binatang," kata Hashim Djojohadikusumo.

Kala itu ada pengalaman yang masih belum hilang diingatannya. Pengalamam tersebut diceritakan ayahnya pada 1930, Soemitro memiliki seekor ayam jantan. Namun tanpa diketahui ayam itu telah disantap keluarganya.

"Suatu malam opah (Soemitro) makan ayam goreng. Kemudian ayam kesayangannya dicari-cari, ada salah satu pembantu disuruh diam, tapi buka rahasia kalau ayam goreng yang dimakan itu ayam milik opah," tuturnya tersenyum. 

Kejadian tersebut membuat Soemitro tidak pernah menyantap hidangan ayam goreng. Bahkan sudah menjadi larangan bagi dia, hal itu menunjukkan kecintaan yang besar bagi hewan kesayangannya.

"Sejak itu opah tidak pernah makan ayam lagi. Itu bagi opah pantangan tidak boleh makan ayam," ucap Hashim. 

Memasuki tahun 1970-an Soemitro menjadi aktivis lingkungan hidup dan mendirikan Yayasan Dana Mitra Lingkungan bersama aktivis lainnya, salah satunya Emil Salim mantan menteri lingkungan hidup era Soeharto. "Ini generasi mereka sangat aktif. Karena itu kami jadi berminat dan sangat peduli dengan lingkungan hidup," jelas Hashim. 

Terbukti dengan tempat Rehabilitasi Harimau Sumatera Darmasraya-Yayasan ARSARI Djojohadikusumo (PR-HSD Yayasan ARSARI) milik Hashim Djojohadikusumo. Tempat tersebut semata-mata membantu melestarikan sejumlah hewan liar. 

"Selain harimau di itu juga ada rusa, beruang madu dan satwa lainnya. Tempat itu untuk sejumlah satwa yang perlu diselamatkan oleh pemerintah dan masyarakat dari konflik zone," tandasnya. 

Komentar