Rabu, 17 Juni 2026 | 19:56
COMMUNITY

Yoga, Bersepeda dan Lari yang Aman di Tengah Pandemi

Yoga, Bersepeda dan Lari yang Aman di Tengah Pandemi
Tangkapan layar video conference di BNPB, Jakarta Timur (Dok BNPB)

ASKARA - Bagi Anda yang hobi berolahraga, khususnya yoga, bersepeda dan lari. Ada hal yang harus Anda perhatikan saat berolahraga di tengah pandemi Covid-19. 

Biasanya, masyarakat Indonesia berolahraga dengan berkomunitas dibandingkan mandiri. Lalu, bagaimana agar tetap aman dan produktif saat berolahraga secara berkomunitas?

Pendiri Komunitas Yoga Gembira, Yudhi Widyantoro mengungkapkan, berolahraga secara komunitas sebaiknya dilakukan secara virtual, seperti yang dilakukan Yudhi dan komunitasnya. 

"Sebelum masa pandemi, di Taman Suropati Minggu pagi, ada minimal 100 orang yang melakukan kegiatan Yoga,” ujar Yudhi di BNPB, Jakarta Timur, Minggu (7/6).

Yudhi mengaku, pandemi menyebabkan banyak momen yang hilang, seperti makan bersama usai berolahraga Yoga. “Kami memiliki ‘ritual’ pintong, pindah tongkrongan,” ucap Yudhi. 

Bagi Anda yang ingin Yoga di tengah pandemi virus corona, Yudhi menyarankan hal pertama yang dilakukan adalah memastikan kebersihan matras dan tangan.

Lalu bagaimana dengan olahraga bersepeda? Pesepeda Azrul Ananda mengatakan, olahraga bersepeda bisa dengan memanfaatkan teknologi, khususnya bersepeda statis, melalui bantuan virtual meskipun rasanya akan sangat berbeda dengan ketika bersepeda saat menikmati lingkungan. 

"Memilih sendirian atau membatasi kelompoknya. Sebisa mungkin yang saling kenal. Tentu dengan normal baru,” ujar Azrul yang juga pendiri mainsepeda.com.

Menurut Azrul, pandemi membuat orang lebih sadar berolah raga. Namun jika ingin bersepeda di alam terbuka, Azrul berpesan agar masyarakat mengenal terlebih dahulu etika bersepeda, misalnya penggunaan helm, pelindung buff dan formasi bersepeda. 

"Ayo olah raga dengan masker saling menjaga. Jangan langsung olah raga, disesuaikan dengan kemampuannya,” ujar Azrul melalui sambungan zoom.

Sementara itu, pelari Melanie Putria menambahkan, momen saat ini adalah kesempatan terbaik untuk mengajak anak-anak atau anggota keluarga lain berolah raga di rumah. 

Berlari menggunakan masker berisiko kepada mereka yang memiliki riwayat sakit jantung bawaan atau penyakit respirasi lain, sementara itu masker dapat digunakan kembali setelah tidak berlari.

Komentar