Efektivitas Stimulus Ekonomi Jadi Kunci Indonesia Pulih dari Krisis
ASKARA - Dampak pandemi Covid-19 terhadap ekonomi dirasakan cukup masif sebagai akibat pembatasan pergerakan masyarakat baik internasional maupun lokal.
IPB University melalui tim yang diketuai Dr Widyastutik dengan anggota R Dikky Indrawan, Heti Mulyati, dan Syarifah Amaliah melakukan kajian menggunakan pendekatan Computational General Equlibrium (CGE) recursive dynamic.
Presentasi tim peneliti diwakili Dr Widyastutik menyampaikan empat skenario yang dikaji dalam model CGE ini, antara lain skenario berat dan skenario sangat berat.
Skenario sangat berat dengan dampak pesimis dari pemberian stimulus ekonomi dan skenario sangat berat dengan dampak optimis dari pemberian stimulus ekonomi.
Hasil simulasi dari empat skenario menunjukkan kemungkinan penurunan ekonomi yang cukup berat dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Stimulus ekonomi berupa bantuan sosial khususnya untuk masyarakat di pedesaan diperlukan dalam jangka pendek menahan kemungkinan penurunan ekonomi makro, sektoral dan dampak terhadap rumah tangga.
Stimulus ekonomi di pedesaan sangat diperlukan menyelamatkan sektor bergerak khususnya pangan. Selain memenuhi kebutuhan akhir rumah tangga juga menjadi input bagi sektor lainnya dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang makanan olahan.
Rektor IPB University Prof Arif Satria menyatakan, pada prinsipnya pihaknya terus mendorong agar kebijakan di Indonesia baik stimulus, Pembatasan Sosial Berskala Besar, relaksasi apapun harus berbasis pada saintifik.
Sehingga kebijakan yang diambil lebih akurat, tepat dan efektif sekaligus memberikan solusi. Science-based policy sudah menjadi keniscayaan.
"Hasil-hasil riset menyebutkan efektivitas stimulus ekonomi akan menjadi kunci sejauhmana Indonesia akan pulih atau tidak dari krisis ini," ujarnya, Sabtu (6/6).
Berkat kolaborasi dari semua pihak di perguruan tinggi, pemerintah dan para pengusaha akan terwujud pemulihan. Lebih penting lagi untuk menyelamatkan desa.
"Kita harus selamatkan desa sebagai last resort dan sebagai tumpuan hidup masyarakat Indonesia," kata Prof Arif Satria.
Sebelumnya, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan bahwa besarnya dampak ekonomi membutuhkan langkah antisipasi yang besar dan cepat.
Ada empat tahap respon kebijakan menghadapi Covid-19 yaitu penguatan fasilitas kesehatan, melindungi kelompok masyarakat rentan dan dunia usaha, mengurangi tekanan sektor keuangan dan program pemulihan ekonomi pasca pandemi.
Arah kebijakan pasca pandemi Covid-19 di antaranya revitalisasi sistem pangan, pemenuhan kebutuhan pasar dan pemulihan lapangan kerja di sektor pertanian dan perikanan.

Komentar