Gempa Tektonik Magnitudo 7,1 di Laut Filipina Tidak Berpotensi Tsunami
ASKARA - Gempa tektonik dengan Magnitudo 7,1 mengguncang Laut Filipina, Kamis (4/6)
Analisis BMKG menunjukkan gempa memiliki parameter M 6,8 yang terjadi pukul 15.59 WIB.
Episenter gempa terletak pada koordinat 2.93 Lintang Utara dan 128.19 Bujur Timur atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 99 kilometer arah Utara Kota Daruba, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara pada kedalaman 111 kilometer.
Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis menengah akibat adanya aktifitas subduksi Lempeng Laut Filipina.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono di Jakarta.
Guncangan gempa dirasakan di wilayah Morotai IV MMI serta sejumlah wilayah lainnya.
"Manado, Bitung, Minahasa, Bolmong, Ternate, Sitaro, Tahuna, Tobelo, Sofifi, dan Talaud II-III MMI," jelas Rahmat.
Getaran gempa dirasakan nyata di dalam rumah. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan.
"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujar Rahmat.
Masyarakat pun dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa," demikian Rahmat.

Komentar