Senin, 08 Juni 2026 | 02:11
NEWS

Ternyata, Asap Rokok Jadi Media Penularan Covid-19 Cuma Akal-akalan

Ternyata, Asap Rokok Jadi Media Penularan Covid-19 Cuma Akal-akalan
Ilustrasi. (Dok. Halodoc)

ASKARA - Berbagai manuver kelompok anti rokok yang mengampanyekan rokok dikaitkan dengan kesehatan merupakan akal-akalan untuk sekadar memenuhi pesanan pihak asing.

Menurut Koordinator Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) Azami Mohammad, kelompok anti rorok ingin eksis agar dana asing bisa terus mengalir mendanai program-program pengendalian tembakau di Indonesia.

"Semua argumentasi kelompok anti rokok hanyalah omong kosong belaka. Mereka sekadar menunaikan kewajiban yang diorder oleh pendonor asing agar sesuai dengan pedoman Framework Convention on Tobacco Control (FCTC)," jelasnya kepada media, Senin (1/6).

Belakangan, kelompok anti rokok juga mengeluarkan opini yang mengaitkan Covid-19 dengan rokok. Di mana, mereka melontarkan pendapat mengenai asap rokok dapat menjadi medium penularan virus corona. 

Kemudian mewacanakan kepada publik bahwa memperluas gambar peringatan pada bungkus rokok dapat mempengaruhi persoalan pandemi Covid-19.

"Wacana tersebut sangat tidak masuk akal karena tidak memiliki urgensi dan relevansi dalam penanganan Covid-19," terang Azami.

KNPK juga mengkritisi agenda perluasan gambar peringatan di bungkus rokok yang sudah sejak lama digaungkan. Adanya gambar seram sebesar 40 persen di bungkus rokok sekarang ini merupakan hasil kerja kaum anti rokok.

KNPK juga menyoroti kebijakan Menteri Keuangan Sri Mulyani pada 2019 yang menaikkan cukai rokok sebesar 23 persen dan harga jual eceran (HJE) rokok 35 persen. 

Kebijakan tersebut mengakibatkan harga rokok naik namun penjualannya turun. Hal ini berakibat pada menurunnya jumlah pembelian tembakau oleh industri rokok kepada petani.

Karena itu, pemerintah diharapkan bisa bersimpati pada sektor pertembakauan yang kontribusinya untuk penerimaan negara sangat signifikan. Belum lagi sumbangsih dana bagi hasil cukai tembakau untuk penanganan dan pencegahan Covid-19.

"Diperparah oleh Covid-19 dan resesi ekonomi saat ini, jumlah pembelian tembakau semakin menurun. Kami berharap pemerintah mampu bersikap adil dalam menempatkan industri hasil tembakau sebagai sektor strategis nasional," jelas Azami.

Komentar