Dirut TVRI Iman Brotoseno: Saya Netral dan Tak Berpihak
ASKARA - Dalam sebuah negara penyiaran publik bisa menjadi alat mempercepat akses masyarakat terhadap pendidikan dan budaya. Mengembangkan ilmu pengetahuan dan memperlancar interaksi antara warga.
Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (Dirut LPP TVRI), Iman Brotoseno mengatakan, sebagai lembaga penyiaran publik TVRI memerlukan keterlibatan publik dengan tingkat lebih luas.
Tidak hanya sekedar akses, tapi juga terlibat dalam proses produksi dan juga dalam pengelolaan dan perencanaan sistem komunikasi.
"Sehingga saya akan menekan partisipasi publik ini yang menjadi ciri utama," ujar Dirut LPP TVRI Iman Brotoseno dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Kamis (28/5).
Selain itu, keterlibatan publik membedakannya dari jenis lembaga penyiaran yang lain, yakni partisapasi dalam penyelenggaraan siaran serta partisipasi dalam pengelolaan organisasi media.
Hal itu yang membuatnya harus menyatakan bahwa sebagai pejabat publik akan bersikap independent dan imparsial. Dengan kata lain netral dan tidak berpihak.
"Begitu saya mengucapkan sumpah jabatan," ucapnya. Diketahui Iman Brotoseno telah dilantik kemarin sebagai Dirut LPP TVRI yang baru menggantikan Helmy Yahya.
Sehingga sebagai bagian dari partisipasi publik, maka ada keterlibatan termasuk pengawasan dari publik tentang bagaimana dirinya menjalankan organisasi media penyiaran publik ini.
"Dalam era digital sekarang kita semua tidak akan bisa menutupi siapa diri kita dan sejak awal saya tidak pernah berbohong kepada publik, dimana semua bisa dilihat dalam jejak digital," ucapnya.
Dalam Lembaga penyiaran publik, masyarakat sipil dan demokrasi merupakan konsep yang terkait satu dengan yang lain.
"Namun percayalah saya mengikuti semua proses rekrutmen yang berat ini selama untuk kepentingan bangsa, kepentingan publik bukan politik apalagi kelompok," tandasnya.

Komentar