Senin, 22 Juni 2026 | 04:05
LIFESTYLE

Sebagai Obat Herbal Bawang Putih Bisa Tingkatkan Kekebalan Tubuh

Sebagai Obat Herbal Bawang Putih Bisa Tingkatkan Kekebalan Tubuh
Ilustrasi. (Kesatu)

ASKARA - Indonesia dengan kekayaan alamnya memiliki banyak rempah-rempah yang bisa dijadikan obat herbal atau obat tradisional. Salah satunya bawang putih.

Bahkan, salah seorang pasien asal Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung berhasil pulih dari Covid-19 usai mengonsumsi bawang putih panggang. Upaya itu dilakukan selama 16 hari saat melakukan isolasi di rumah sakit.

Selain bawang putih panggang, pasien tersebut juga banyak mengonsumsi air lemon, suplemen vitamin C, vitamin D, air madu, berjemur, serta berolah raga.

Bawang putih memang dikenal sebagai salah satu obat herbal. 

Hippocrates, seorang dokter Yunani Kuno kerap meresepkan bawang putih untuk mengobati berbagai kondisi medis.

Bawang putih dikenal dengan nutrisinya yang kaya tapi rendah kalori. Satu siung bawang putih (3 gram) mentah mengandung mangan (2 persen dari kebutuhan harian), vitamin B6 (2 persen dari kebutuhan harian), vitamin C (1 persen dari kebutuhan harian), selenium (1 persen dari kebutuhan harian), serat 0,06 gram, kalsium, tembaga, kalium, fosfor, zat besi, dan vitamin B. Bawang putih hanya mengandung 4,5 kalori, 0,2 gram protein, dan 1 gram karbohidrat.

Seiring waktu berjalan, ilmu pengetahuan modern telah mengkonfirmasi banyak manfaat kesehatan dari bawang putih. 

1. Meningkatkan kekebalan tubuh
Bawang putih dikenal akan kemampuannya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sebuah studi besar menemukan, konsumsi bawang putih selama 12 pekan dapat meredakan gejala flu yang dialami seseorang. Dilaporkan rata-rata gejala flu berkurang hingga 70 persen. Hal yang sama juga ditemukan oleh studi lain. Dosis tinggi ekstrak bawang putih disebut dapat menurunkan gejala flu hingga 61 persen.

Kendati demikian, diperlukan lebih banyak lagi penelitian untuk membuktikan manfaat tersebut.

2. Menurunkan tekanan darah
Penelitian pada manusia menemukan, suplemen bawang putih memiliki dampak yang signifikan pada penurunan tekanan darah. Sebuah studi menemukan, konsumsi 600-1.500 mg ekstrak bawang putih sama efektifnya dengan obat Atenolol dalam menurunkan tekanan darah selama 24 pekan. Dosis ini setara dengan empat siung bawang putih per hari.

3. Menurunkan kolesterol jahat
Suplemen bawang putih disebut mampu menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol jahat (LDL) hingga 10-15 persen. Namun, bawang putih tampaknya tak berpengaruh terhadap kadar kolesterol baik (HDL) dan trigliserida yang sama-sama merupakan faktor risiko penyakit jantung.

4. Mencegah Alzheimer dan demensia
Bawang putih mengandung antioksidan yang mendukung mekanisme perlindungan tubuh terhadap kerusakan oksidatif. Suplemen bawang putih dosis tinggi telah terbukti meningkatkan enzim antioksidan pada manusia dan mengurangi stres oksidatif pada mereka yang memiliki tekanan darah tinggi. 

Gabungan dari penurunan tekanan darah dan enzim antioksidan dalam tubuh dapat mengurangi risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan demensia.

5. Mendetoksifikasi logam berat pada tubuh
Pada dosis tinggi, senyawa sulfur dalam bawang putih telah terbukti melindungi tubuh dari kerusakan organ akibat paparan racun logam berat.

Sebuah studi pada karyawan pabrik air aki-yang terkena paparan logam berlebih-menemukan manfaat bawang putih. Ditemukan bahwa bawang putih mengurangi kadar logam dalam darah hingga 19 persen. (kesatu)

Komentar