Kementerian PUPR Salurkan Bansos Bersama PWI Pusat
ASKARA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengandeng PWI Peduli untuk menyalurkan bantuan sosial sebanyak 200 paket sembako bagi wartawan anggota PWI yang terdampak Covid-19.
Kegiatan penyaluran bansos secara simbolis diserahkan Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat Sudirman didampingi Kepala Biro Komunikasi dan Publik Endra S. Atmawidjaja dan Sekretaris Dewan Korpri Retno Triyanti Handayani di Gedung Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (21/5).
Sudirman mengatakan, bantuan merupakan donasi pribadi yang dikumpulkan secara sukarela pada 24-29 April sehingga bukan bersumber dari dana APBN.
Bantuan juga lanjutan dari penyaluran 56.125 paket Sembako kepada masyarakat yang terdampak Covid-19, di mana penyerahannya diawali oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.
"Penyaluran bansos ini merupakan wujud kepedulian, solidaritas dan gotong-royong dari Keluarga Besar Kementerian PUPR kepada para wartawan yang terdampak pandemi Covid-19," jelas Sudirman.
Penyerahan bantuan diterima langsung Sekjen PWI Pusat Mirza Zuhaldi yang didampingi Wakil Bendahara Umum PWI Pusat Dar Edi Yoga, Ketua PWI Peduli M Nasir, serta Nurcholis Basyari selaku Komisi Diklat PWI Pusat.
"Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian PUPR atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada wartawan yang terkena dampak dari Covid-19. Bantuan ini sangat berarti karena sudah beberapa bulan para pekerja pers anggota PWI tidak bisa bekerja normal," kata Mirza.
Kementerian PUPR sendiri pada tahun 2020 telah mengalokasikan program Padat Karya Tunai (PKT) dengan total anggaran Rp 11,21 triliun. Hal ini sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo kepada seluruh kementerian/lembaga untuk memperbanyak program PKT yang merupakan wujud jaring pengaman sosial selain Bantuan Sosial Tunai.
Program PKT tahun 2020 ini meliputi 15 kegiatan yang dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 595.142 orang melalui pembangunan infrastruktur dan yang melibatkan masyarakat/warga terdampak kebijakan Covid-19 sebagai pelaku utama, khususnya pada infrastruktur berskala kecil dan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi/alat berat.

Komentar