Minggu, 07 Juni 2026 | 20:18
NEWS

Di Tengah Pandemi Corona, Sudah Terjadi 1.296 Bencana Alam

Di Tengah Pandemi Corona, Sudah Terjadi 1.296 Bencana Alam
Ilustrasi bencana alam. (Shutterstock/tss)

ASKARA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 1.296 bencana terjadi sejak awal tahun hingga 18 Mei 2020. Bencana hidrometeorologi masih mendominasi, seperti banjir, tanah longsor dan puting beliung. 

Tercatat gempa bumi terjadi 5 kali, erupsi gunung api 3 kali, kebakaran hutan dan lahan sebanyak 120 kali, kekeringan 1 kali. 

Bencana paling dominan seperti banjir terjadi 495 kali, tanah longsor 291 kali, bencana puting beliung 375 kali, gelombang pasang dan abrasi terjadi 5 kali. Ditambah epidemi Covid-19. 

"Sampai 18 Mei 2020, tercatat jumlah kejadian bencana 1.296 kejadian. Kejadian bencana alam mendominasi adalah bencana banjir," tulis data resmi BNPB pada, Selasa (19/5).

Akibat bencana alam tersebut menimbulkan terdampak dan mengungsi 2.015.363 jiwa. Sedangkan sebanyak 186 jiwa meninggal dan hilang. Serta luka-luka 249 jiwa. 

Dampak kerusakan akibat bencana alam tercatat rumah rusak berat sebanyak 3.891, rumah rusak sedang 2.551 dan rumah rusak ringan 11.121. "Total rumah rusak 17.563," lanjut data BNPB.

Adapun fasilitas pendidikan yang terdampak bencana alam ini sebanyak 331. Fasilitas peribadatan 396 rusak dan 32 bangunan fasilitas kesehatan rusak. 

"Total fasilitas rusak 759. Serta 58 kantor rusak dan 181 jembatan rusak," tulis BNPB.

Sementara, mengenai bencana nonalam Covid-19, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat jumlah penambahan kasus terkonfirmasi positif per hari Senin (18/5) bertambah 496 orang sehingga totalnya menjadi 18.010. 

“Konfirmasi Covid-19 positif naik sebanyak 496 orang, sehingga menjadi 18.010 orang. Kasus sembuh meningkat 195 orang menjadi 4.324 orang. Kasus meninggal 43 orang. Sehingga menjadi 1.191 orang," ungkap Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto. 

Komentar