Selasa, 09 Juni 2026 | 02:20
LIFESTYLE

Di Plandemic, Perkembangan Virus Corona Disebut Tak Terjadi Secara Alamiah

Di Plandemic, Perkembangan Virus Corona Disebut Tak Terjadi Secara Alamiah
Tangkapan layar film dokumenter berjudul Plandemic (Istimewa)

ASKARA - Kemunculan virus corona (Covid-19) di Wuhan, China dan mulai merebak ke sejumlah negara akhir Desember 2019. Sehingga mengejutkan masyarakat dunia, lantaran dalam sehari kasus corona terus meningkat dua kali lipat. 

Mantan peneliti medis dan ahli virus Dr Judy Mikovits mengemukakan, bahwa munculnya virus corona baru ini tidak datang secara alamiah. Namun berasal dari salah satu laboratorium. 

"Saya tidak akan menggunakan kata 'dibuat' tapi tidak bisa dikatakan bahwa virus ini muncul secara alamiah. Jika virus ini muncul dari laboratorium. Sangat jelas virus ini direkayasa," ujarnya dalam film dokumenter Plandemic.

Dikatakannya, keluarga dari virus tersebut dimanipulasi dan dipelajari di laboratorium. Di mana hewan-hewan dibawa ke laboratorium dan virus inilah yang dilepas. "Entah itu disengaja atau tidak. Ini tidak bisa terjadi secara alami," terang Dr Mikovits. 

Mengingat beberapa peneliti sempat mengatakan kelelawar dianggap sebagai sumber penyebaran virus corona jenis baru. Menjadi sumber transmisi penyakit. Menurutnya terjadinya percepatan virus merupakan evolusi virus. 

Jika perubahan virus ini terjadi secara alami butuh 800 tahun untuk terjadi. Virus ini muncul berubah dari Sars-1 dalam 10 tahun ini. Tentu ini dinilainya tidak alami. 

"Seseorang tidak pergi ke pasar membeli kelelawar. Virus tidak meloncat secara langsung ke manusia. Itu bukan lah perilaku virus, ini merupakan percepatan evolusi virus," ucapnya. 

Dr Mikovits menduga, bahwa virus corona itu berasal dari laboratorium yang terjadi munculnya kasus pertama kali ditemukan. Dalam film dokumenter itu menyebutkan diduga ada kucuran dana dari pemerintah Amerika Serikat. 

"Saya yakin. Kalau tidak dari North Carolina. Pusat riset penyakit menular milik mileter AS. Fort Detrick atau dari lab Wuhan," tuturnya. 

Film dokumenter itu berdurasi sekitar 25 menit. Belum lama ini muncul di media sosial Facebook yang diunggah salah satunya oleh akun Cerdas Geopolitik pada 8 Mei 2020.

 

Komentar