Luar Biasa, Angka Perceraian Meningkat 250 Persen
ASKARA - Ahli hukum memprediksi, angka perceraian akan naik tinggi setelah pandemi Virus Corona.
Pada karantina awal, sebagian orang akan merasa hidup bersama pasangan seperti liburan. Banyak warna indahnya. Tapi setelah berjalan lama, semuanya bisa berputar 180 derajat.
Yang tadinya baik bisa bertengkar. Yang tadinya tenang bisa meledak-ledak. Bahkan yang awalnya sukses menyembunyikan selingkuhan, bisa terkuak saat Covid-19.
"Biasanya masa puncak adalah setelah lama liburan di musim panas dan Natal. Sehingga orang hanya perlu membayangkan bagaimana jadinya ketika keluarga berada di dalam satu rumah dalam jangka waktu yang lama," ungkap salah seorang pengacara di Inggris.
Ramalannya terbukti. Di Inggris, angka perceraian menyentuh 250 persen. China juga sama. Saat orang terkunci di dalam rumah dalam waktu yang lama, angka perceraian naik tajam.
"Pergi ke sekolah, bekerja, bertemu keluarga, dan teman-teman dan bersosialisasi sangat penting bagi kesehatan mental dan fisik seseorang. Dengan membatasi kebebasan itu, efeknya akan sangat merusak. Orang akan frustasi," ungkap Salma Butt, Kepala Hukum Keluarga di Freeman Harris. (genpi)

Komentar