Senin, 08 Juni 2026 | 15:31
NEWS

Organda DKI Tak Mengerti Jalan Pikiran Menhub yang Membuka Kembali Layanan Transportasi

Organda DKI Tak Mengerti Jalan Pikiran Menhub yang Membuka Kembali Layanan Transportasi
Ilustrasi transportasi (IMCNews.id-Istimewa)

ASKARA - Organisasi Angkutan Darat DKI Jakarta menanggapi keputusan Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi yang membuka kembali semua moda transportasi yang tertutup sepanjang larangan mudik. 

Ketua DPD Organda DKI, Shafruhan Sinungan mengatakan, dibukanya kembali layanan moda transportasi ini dinilainya wajar jika hanya untuk orang-orang tertentu. Namun, hal sebaliknya jika difungsikan secara komersil.

"Kalau yang berkaitan petugas-petugas kesehatan dan pejabat negara masih oke lah, tapi yang berkaitan dengan komersial ini enggak benar dan kurang tepat," ungkap Shafruhan, saat dikonfirmasi, Rabu (6/5). 

Menurut Shafruhan, keputusan yang diambil Menhub diharapkan menjadi kebijakan yang dikaji dengan baik dan tidak asal-asalan, terlebih Budi Karya pernah mengalami bagaimana menjadi pasien positif virus corona (Covid-19).

"Beliau kan merasakan itu (Covid-19), mestinya beliau lebih sensitif, karena beliau pernah terkena dampak virus tersebut," ucapnya.

Shafruhan mengingatkan, sarana transportasi berpotensi paling besar dalam penyebaran virus tidak terlihat ini. Ia pun tidak ingin seperti Amerika Serikat (AS) yang saat ini menduduki posisi peringkat pertama sebagai negara terbanyak positif Covid-19.

"Organda DKI siap untuk rugi, ini bukan persoalan bisnis, kemanusiaan. Kita mau seperti Amerika?" imbuhnya.

Ia juga menegaskan agar dibukanya kembali transportasi ini sebaiknya benar-benar untuk orang-orang tertentu yang dapat mendukung kelancaran pencegahan virus corona seperti tenaga ahli medis dan lainnya, jika tidak, pihanya berharap agar Budi Karya tidak perlu menjadi menteri perhubungan.

"Ini saya tidak mengerti apa yang dipikirkan pak menteri, jika sudah tidak mampu berpikir diganti saja lah, kasihan pak Presiden. Salah satu keputusan Menkes dalam PSBB adalah membatasi pergerakan transportasi, ini kan nggak benar, menurut saya banyak yang sudah sakit (pikirannya) ini menteri ngaco. Iya lah," tandasnya.

Komentar