Senin, 15 Juni 2026 | 20:26
SELEBRITAS

Kisah Pilu Inul Daratista: Sekeluarga Makan Daun Kelor dan Ikan Nila Seekor

Kisah Pilu Inul Daratista: Sekeluarga Makan Daun Kelor dan Ikan Nila Seekor
Inul Daratista (Instagram)

ASKARA - Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil, hal itu lah yang ditunjukkan penyanyi dangdut Inul Daratista. Ia harus berjuangan tanpa menyerah demi menggapai kesuksesan menjadi pedangdut kondang. 

Perempuan bernama lengkap Ainur Rokhimah itu bercerita, kisah perjuangannya yang bukan berasal dari keluarga kaya raya hanya dari keluarga sederhana. Tujuannya menjadi pedangdut ingin mengubah nasib yang lebih baik. 

"Memang aku merintis dangdut itu dari awal, karena jujur aja salah satu tujuan hidup aku masuk ke dunia dangdut itu cari duit. Simpel, karena aku bukan orang yang berada," kata Inul dalam Youtube Channel Luna Maya, Rabu (6/5).

Inul merupakan anak pertama dari enam bersaudara. Ayahnya bernama Abdullah Aman, dan ibunya bernama Rufia. Kala itu, ayahnya bekerja sebagai penjahit, dan ibunya mengurus rumah tangga. 

"Bapak ku cuma penjahit dan aku melihat menu makanan sama adik-adik ku itu. Makannya metik daun kelor di kebun, ngukus tempe kadang-kadang. Bahkan kalau mau beli daging tidak bisa," kenang Inul. 

Terkadang Inul dan keluarga juga memakan ikan nila sebesar telapak tangan yang harus dibagi rata dengan saudaranya. "Bisanya cuma ikan nila yang dipotong menjadi empat. Jadi dipotong-potong dimakan orang serumah," ceritanya.

Ibunya yang tidak memiliki keahilan terkadang mengajak Inul pergi ke pasar, berbelanja kebutuhan pokok. Namun harus mengutang terlebih dahulu karena keadaannya sangat sulit. 

"Suka diajak pergi ke pasar untuk mengutang beli beras, minyak, gula. Terus besoknya bayar karena dikasih bapakku. Tapi pinjam lagi," imbuh Inul. 

Berangkat dari situasi sulit itulah yang membuat keinginannya semakin kuat untuk mengubah nasibnya menjadi lebih baik. Jalan menuju kesuksesan dijalaninya dengan menyanyi dangdut. 
 
"Makanya aku mengubah nasib menjadi penyanyi. Kebetulan tetanggaku punya band dan pimpinan dangdut akhirnya aku terjun ke dunia dangdut," beber Inul. 

Wanita kelahiran 21 Januari 1979 ini mengawali kariernya sebagai penyanyi dangdut dari panggung ke panggung acara rakyat daerah Pasuruan, Jawa Timur.

"Nyanyinya bukan dari panggung yang mewah seperti sekarang. Jadi di sana ada soto maduraan dia ada yang namanya ludruk terus ada drama wayangan dan ada musik dangdutnya," katanya. 

Bahkan Inul harus naik truk untuk bisa tampil dalam acara dangdut. Karena tempatnya berada di wilayah pegunungan sehingga butuh kendaraan khusus dalam menempuh perjalanan. 

"Jadi aku nyanyi dangdut bareng orang ketoprakkan gitu. Jadi aku dari situ benar-benar nyanyinya dari pedalaman banget dari desa ke desa," ungkap pedangdut dengan julukan ratu goyang ngebor itu. 

Dalam meniti kariernya, Inul harus merelakan dan mengorbankan sekolahnya yang tidak lulus sekolah menengah. "Kalau aku zaman dulu kendaraan itu harus berangkat siang. Makanya SMP aku itu tidak nyampe," cetusnya. 

"Itu ceritanya, aku tidak punya izajah SMP. Udah gituh honornya tidak banyak tetapi aku berusaha menjadi penyanyi yang baik," tandasnya. Ia telah memulai kariernya sejak tahun 2000. 

Komentar