Senin, 08 Juni 2026 | 01:12
NEWS

Hujan Tiga Jam, Sebagian Cilegon Terendam Banjir

Hujan Tiga Jam, Sebagian Cilegon Terendam Banjir
Banjir merendam sebagian wilayah Kota Cilegon, Banten. (Dok. BNPB)

ASKARA - Banjir merendam Kota Cilegon dengan ketinggian muka air 40-200 centimeter tepatnya di Kelurahan Kotabumi, Kecamatan Grogol, Provinsi Banten, Senin siang (4/5). 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten melaporkan, banjir disebabkan intensitas hujan yang tinggi. 

"Dipicu intensitas hujan yang tinggi selama tiga jam," ujar Kepala Pusdatinkom Kebencanaan BNPB Agus Wibowo.

Dokumentasi yang disampaikan BPBD Kota Cilegon, beberapa ruas tol dan jalan raya hingga permukiman warga tak luput dari terjangan banjir hingga menghanyutkan kendaraan.

Hingga saat ini Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Cilegon bersama Badan SAR Nasional, TNI dan Polri serta pemerintah daerah setempat masih mendata dampak banjir. Belum ada laporan terkait korban jiwa.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyampaikan sebagian besar wilayah Indonesia tengah mengalami periode peralihan dari musim hujan ke musim kemarau atau pancaroba.

Pada periode pancaroba, cuaca umumnya berubah lebih dinamis dan sangat dipengaruhi pemanasan permukaan oleh radiasi Matahari dan sirkulasi atmosfer lokal.

Serta ada atau tidaknya gangguan atmosfer di atas suatu wilayah dan sekitarnya akibat aktivitas badai tropis, pusaran angin atau gelombang atmosfer ekuator tropis.

Berdasarkan pemantauan dan analisis BMKG dalam beberapa hari terakhir serta prediksi kondisi atmosfer untuk seminggu ke depan mengalami perubahan.

Terdapat indikasi adanya perambatan gelombang atmosfer ekuator tropis MJO (Maden Julian Oscilation) sirkulasi siklonik (pusaran angin) di sekitar Laut Jawa bagian barat serta di perairan utara Maluku dan Papua Barat

"Pada periode 27 April - 3 Mei 2020 yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan yang cepat dan lebat," jelas Kepala BMKG Dwikorita Karnawati pada Jumat lalu (1/5). 

Komentar