Senin, 08 Juni 2026 | 11:38
NEWS

Tanya PM India, Jokowi Cari Tahu Nasib Jemaah Tabligh Indonesia

Tanya PM India, Jokowi Cari Tahu Nasib Jemaah Tabligh Indonesia
Presiden Jokowi bersama PM India Narendra Modi. (JPNN)

ASKARA - Presiden Joko Widodo telah melakukan komunikasi dengan Perdana Menteri Narendra Modi guna membahas penanganan jemaah tablig Indonesia di India.

Kedua kepala negara sepakat menugaskan menteri luar negeri masing-masing untuk menindaklanjuti penanganan isu ini.

"Saya terus berkomunikasi dengan Menlu India. Perwakilan RI di India juga aktif memantau dari dekat dan berkoordinasi dengan otoritas India mengenai keselamatan dan keamanan jamaah tabligh asal Indonesia," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers virtual, Rabu (29/4).

Saat ini tercatat 717 jamaah tabligh Indonesia berada di India. Dari jumlah tersebut, sebanyak 75 WNI dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 dengan rincian 44 orang sembuh dan 31 orang dalam kondisi stabil.

Dari ratusan jamaah tabligh, sebanyak 216 di antaranya tersangkut kasus hukum di India dan telah dilaporkan kepada pengadilan setempat.

Beberapa tuduhan pelanggaran yang dikenakan otoritas India kepada jemaah tabligh Indonesia antara lain kelalaian menyebabkan penyebaran penyakit, tidak mematuhi aturan tentang epidemi, dan menolak mengikuti ketentuan pemerintah setempat terkait pengelolaan bencana.

"Perwakilan RI juga terus berkomunikasi dengan wakil jemaah tabligh Indonesia dan melakukan pendampingan hukum bagi mereka yang menghadapi masalah," tutur Retno.

Selain yang tengah berurusan dengan proses hukum, anggota jemaah tabligh asal Indonesia kini ditempatkan di 33 lokasi karantina yang ditetapkan pemerintah India untuk menghambat penularan virus corona. 

Secara umum, kondisi jemaah tabligh asal Indonesia baik. KBRI New Delhi dan KJRI Mumbai terus memonitor dan menjalin komunikasi dengan mereka.

Secara total, saat ini terdapat 1.148 jemaah tabligh Indonesia di 13 negara. Sebelumnya, Kemlu telah mencatat kepulangan WNI jemaah tabligh dari Maroko (delapan), Thailand (enam), dan Yordania (lima). (jpnn) 

Komentar