Kamis, 04 Juni 2026 | 09:12
NEWS

Melacak Riwayat Perjalanan Orang Melalui Aplikasi Fight Covid-19

Melacak Riwayat Perjalanan Orang Melalui Aplikasi Fight Covid-19
Staf khusus Gubernur Bangka Belitung (Babel), Saparudin (Dok BNPB)

ASKARA - Pemerintah Provinsi Bangka Belitung menggunakan aplikasi Fight Covid-19, untuk melacak setiap pergerakan orang yang baru datang dari daerah episentrum Covid-19 ke wilayahnya. Sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona. 

Jadi setiap pendatang yang baru memasuki wilayah Bangka Belitung dipasangi tanda dan diminta untuk menggunakan aplikasi Fight Covid-19.

Staf khusus Gubernur Bangka Belitung (Babel), Saparudin mengatakan, aplikasi ini butuh dukungan penuh tiap kepala daerah apabila ingin digunakan sebagai alat pelacak riwayat perjalanan para pendatang sebagai pencegahan virus corona di daerah lain.

"Kalau mau digunakan untuk daerah lain, kita harapkan kepala daerah mesti kuat dukungannya," ujar Saparudin di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (24/4).

Selain itu, kepala daerah harus turun tangan untuk mengedukasi masyarakatnya secara proaktif dalam pencegahan penyebaran virus corona baru dengan menggunakan aplikasi. 

Menurutnya, pemanfaatan teknologi dalam pencegahan Covid-19 harus dilakukan secara bersamaan yaitu dari penggunaan aplikasi itu sendiri dan juga dukungan dan edukasi dari kepala daerah kepada masyarakat.

"Aplikasi itu digunakan untuk menyimpan riwayat perjalanan pendatang tersebut setibanya di Bangka Belitung, dengan mengambil data lokasi atau GPS yang berada di ponsel setiap orang," ucapnya. 

Jika seseorang tidak mematuhi karantina mandiri selama 14 hari setelah kedatangannya, pemerintah tetap bisa melacak riwayat perjalanannya menggunakan data lokasi yang tersimpan di aplikasi Fight Covid-19.

Pemprov Bangka Belitung sudah menyiapkan server, untuk menampung data pergerakan orang-orang yang dipantau dari aplikasi Fight Covid-19. 

Sehingga apabila ada seseorang yang baru tiba di Babel berasal dari daerah episentrum mendapati gejala Covid-19, riwayat perjalanan orang tersebut akan dilacak melalui data dan setiap orang ditemuinya segera dilakukan tes.

"Harus siapkan server karena datanya besar, history-nya harus disimpan. Kalau pada H-10 dia ada gejala, H1-H10 harus disimpan supaya bisa tracking, dan temui orangnya untuk dites," kata Saparudin.

Pemanfaatan data lokasi melalui aplikasi ini dapat membantu melacak riwayat perjalanan seseorang yang termasuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) atau Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara akurat. 

Tujuan pelacakan riwayat perjalanan ini untuk mengetahui penyebaran virus secara kelompok atau kluster, sehingga memudahkan pengendalian virus dengan mengkarantina orang-orang yang memiliki kemungkinan terpapar Covid-19.

Komentar