Pemerintah Serius Redakan Kekerasan di Papua
ASKARA - Pemerintah terus melakukan berbagai upaya penegakan hukum dan investigasi atas tiga peristiwa kekerasan yang terjadi di Papua belakangan ini.
"Sangat disayangkan, di tengah penanganan wabah Covid-19 terjadi insiden hingga menimbulkan korban rakyat sipil," ujar Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko kepada media, Jumat (17/2).
Maka itu, semua pihak di Papua diminta menahan diri dengan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh suasana. Semua pihak diharapkan lebih fokus menjaga perdamaian, pembangunan kesejahteraan, dan mengatasi penyebaran Covid-19 di Bumi Cenderawasih.
Pemerintah pusat berupaya untuk menekan penyebaran Covid-19 di Papua. Pemerintah tidak mengharapkan terjadinya peristiwa kekerasan.
Moeldoko menambahkan, karenanya pemerintah akan melakukan berbagai langkah untuk memperbaiki situasi.
Diketahui, terjadi tiga insiden yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Peristiwa pertama penembakan tiga karyawan PT Freeport Indonesia oleh KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) di Kuala Kencana, Kabupaten Mimika pada Senin 30 Maret.
Korban meninggal yaitu Graeme Weal (57) warga negara Selandia Baru. Sementara korban luka Jibril MA Bahar (49) dan Ucok Simanungkalit (52).
Peristiwa kedua tewasnya tiga polisi akibat salah paham dengan anggota TNI di Kabupaten Mamberamo Raya, Minggu 12 April. Korban meninggal yaitu Briptu Marcelino Rumaikewi, Bripda Yosias Dibangga, dan Briptu Alexander Ndun. Ketiganya merupakan anggota Polres Mamberamo Raya. Sedangkan korban luka-luka yaitu Bripka Alva Titaley anggota Reskrim Polsek Mamteng dan Brigadir Robert Marien anggota SPKT.
Terakhir insiden yang mengakibatkan tewasnya dua warga sipil di Timika pada Senin 13 April. Korban bernama Eden Armando Bebari (20) dan Roni Wandik (23). Peristiwa ini menjadi sorotan luas karena menewaskan warga sipil.
Peristiwa-peristiwa tersebut telah meningkatkan ketegangan di Papua. Pemerintah melakukan langkah-langkah penindakan.
Pada peristiwa penembakan karyawan Freeport telah dilakukan penegakan hukum oleh aparat gabungan pada 10 April dengan menyergap tempat persembunyian KKB di Distrik Iwaka. Hasilnya disita satu pucuk senjata api rakitan, 162 amunisi, tiga bendera Bintang Kejora, serta menewaskan dua anggota KKB. Dengan pencapaian ini beberapa senjata yang pernah dirampas oleh KKB dalam insiden di waktu lalu berhasil dikuasai aparat.
Kemudian penindakan terhadap peristiwa tewasnya tiga polisi telah dilakukan penarikan 28 personel TNI terkait untuk menjalani pemeriksaan oleh POM Dam Cenderawasih di Jayapura.
Sementara terhadap peristiwa tewasnya dua warga sipil di Timika, pangdam Cenderawasih telah menjelaskan akan melakukan investigasi dilanjutkan penyidikan dan penegakan hukum. Kapolda dan pangdam telah mengunjungi keluarga korban dan membantu seluruh proses pemakaman.

Komentar